Erdogan Siap Cabut Status Darurat Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan partai koalisinya sepakat untuk tidak memperpanjang status darurat Turki yang akan berakhir pada Juli 2018.
Annisa Margrit | 28 Juni 2018 14:14 WIB
Presiden Turki Tayip Erdogan memberikan pernyataan mengenai percobaan kudeta di Istanbul, Turki - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan partai koalisinya sepakat untuk tidak memperpanjang status darurat Turki yang akan berakhir pada Juli 2018.

Status tersebut sudah ditetapkan sejak terjadinya aksi kudeta yang gagal pada Juli 2016. Sejak saat itu, perpanjangan dilakukan setiap tiga bulan.

Reuters melansir Kamis (28/6/2018), Erdogan dan mitra koalisinya, pemimpin Partai MHP Devlet Bahceli menggelar pertemuan kemarin. Sejumlah sumber menyatakan Erdogan bisa memberikan jatah di kabinet kepada MHP, yang nantinya dapat mendukung AK Party--partai Erdogan--di parlemen.

"Dalam pembicaraan itu, disepakati untuk tidak memperpanjang status darurat negara," demikian dilaporkan oleh harian pro pemerintah, Sabah.

Namun, tidak dijelaskan lebih detail mengenai sumber laporan tersebut.

Erdogan sebelumnya menyampaikan bakal mencabut status itu jika dia memenangkan Pemilu pada Juni 2018. Dia meraih 53% suara pada Pemilu yang berlangsung Minggu (24/8), sehingga masa kepemimpinannya masih akan berjalan hingga 2023.

Status darurat memungkinkan Erdogan dan pemerintahannya untuk melangkahi parlemen dalam penyusunan UU baru. Beberapa kritikus menilai Erdogan menggunakan status itu untuk menekan para penentangnya.

Sumber : Reuters

Tag : turki, Recep Tayyip Erdogan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top