PERANG DAGANG AS-CHINA: Balas AS, China Bebankan Pajak Batu Bara

China saat ini kembali menjatuhkan tarif pada komoditas batu bara sebagai jawaban atas tarif yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penambang batu bara AS merasa sedikit terpukul oleh keputusan perdagangan China.
Mutiara Nabila | 17 Juni 2018 21:59 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – China saat ini kembali menjatuhkan tarif pada komoditas batu bara sebagai jawaban atas tarif yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penambang batu bara AS merasa sedikit terpukul oleh keputusan perdagangan China.

Dua pekan lalu, pemerintah China mengatakan akan mempertimbangkan untuk membeli batu bara dari AS dengan jumlah yang lebih banyak sebagai bagian dari upaya untuk menyusutkan defisit perdagangan dengan AS.

Saat ini, untuk membalas pajak dari Trump pada impor barang senilai US$50 miliar, China kemungkinan juga akan menjatuhkan tarif pada impor batu bara AS, bersamaan dengan sejumlah daftar barang dari Amerika lainnya.

China berencana menjatuhkan tarif pada batu bara AS sesaat setelah ASkembali memperbanyak pengiriman ke China dan Trump tengah berupaya untuk kembali membangkitkan permintaan untuk komoditas energi itu.

Tarif China pada komoditas batu bara tersebut menyerang tepat di jantung agenda energi Trump. Sejak terpilih, Trump terus berupaya membuat kampanye baik yang menjanjikan akan membangkitkan industri batu bara AS.

Tarif tersebut juga muncul setelah penambang batu bara AS telah mengalami pertumbuhan dan mulai bergantung pada pasar luar negeri untuk bertumbuh. Data Pemerintah AS menunjukkan ekspor batu bara AS melonjak hingga 61% pada 2017 setelah pengiriman ke Asia bertumbuh lebih dari dua kali lipat.

Total ekspor batu bara ke China tercatat sebanyak 3,2 juta ton, lebih banyak tiga kali lipat jika dibandingkan dengan pengiriman pada periode tahun sebelumnya.
“Perdagangan tersebut bernilai sekitar US$395 juta, berdasarkan rata-rata harga pada US$122 per ton. 90% di antaranya merupakan batu bara metalurgi, jenis yang biasa digunakan untuk membuat baja,” ujar Andrew Cosgrove, analis Bloomberg Intelligence, dilansir dari  Bloomberg, Minggu (17/6/2018).

Arch Coal Inc., salah satu produsen batu bara metalurgi Amerika yang berlokasi di Appalachia, merosot sekitar 6% menjadi US$78,12 per ton, terparah dalam 7 pekan. Adapun, Warrior Met Coal Inc., pengekspor utama batu bara metalurgi, jatuh 11% menjadi US$24,52.

Dilansir dari website Kementerian Keuangan AS, pembalasan tarif yang diajukan China akan mematok 25% pajak pada sejumlah produk batu bara AS, termasuk batu bara termal, kokas, dan coke. Belum ada kejelasan menganai tanggal pemberlakuan pajak tersebut.

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top