Bea Cukai : Konsumen Katinon dari Timur Tengah dan Asia Selatan

Meski bukan narkotika jenis baru, pemerintah memastikan bahwa konsumen katinon merupakan komunitas warga negara asing yang umumnya berasal dari Timur Tengah dan Asia Selatan.
Edi Suwiknyo | 28 Mei 2018 14:30 WIB
Ilustrasi/penangkapan pengedar narkotikaAntara/Rony Muharman

Bisnis.com, JAKARTA - Meski bukan narkotika jenis baru, pemerintah memastikan bahwa konsumen katinon merupakan komunitas warga negara asing yang umumnya berasal dari Timur Tengah dan Asia Selatan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan bahwa katinon tersebut dikirim dari Lagos, sebuah negara yang merupakan negara bagian di Nigeria.

Pengiriman menggunakan paket yang ditujukan ke beberapa tempat di Indonesia.

"Kasus ini bukan yang pertama kali, yang di Cisarua kemarin kami sudah tertipkan," kata Heru di Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai, Jakarta, Senin (28/4/2018).

Heru menjelaskan bahwa karena jenisnya yang relatif baru, tafsiran mengenai harga katinon sampai sekarang belum bisa dipastikan.

Meski demikian, zat adiktif yang terdapat dalam katinon juga bisa membuat orang halusinasi seperti lazimnya psikotropika lainnya.

"Konsumennya adalah para expatriat umumnya dari wilayah Timur Tengah dan Asia Selatan," jelasnya.

Adapun sebelumnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jaringan penyelundup 68 kg katinon dan 15.487 butir pil ekstasi.

Pengungkapan jaringan tersebut bermula dari informasi intelijen. Khusus katinon, petugas mencurigai dua paket dengan alamat tujuan Jakarta Utara dan dua paket lainnya ke Dumai Riau.

Tag : narkoba, Bea Cukai
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top