Dua Korea Sepakat, Pembicaraan Tatap Muka Lebik Baik daripada lewat Telepon

Dua pemimpin Korea, Presiden Korsel Moon Jae In dan pemimpin Korut Kim Jong Un menemukan persamaan pandangan tentang komunikasi tatap muka secara langsung. Tak hanya itu, pembicaraan yang jujur dan terbuka jauh lebih baik dilakukan daripada pertemuan yang sarat dengan formalitas dan tentu aja jauh dari suasana bersahaja dan apa adanya.
Saeno | 27 Mei 2018 14:35 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bergandengan tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat pertemuan di desa gencatan senjata Panmunjom, Korea Selatan, Jumat (27/4/2018). - Reuters

Bisnis.com, SEOUL - Dua pemimpin Korea, Presiden Korsel Moon Jae In dan pemimpin Korut Kim Jong Un menemukan persamaan pandangan tentang komunikasi tatap muka secara langsung.

Tak hanya itu, pembicaraan yang jujur dan terbuka jauh lebih baik dilakukan daripada pertemuan yang sarat dengan formalitas dan tentu aja jauh dari suasana bersahaja dan apa adanya.

Menurut Presiden Korsel Moon Jae-in, pemimpin Korut Kim Jong Un meminta mereka bisa bertemu "tanpa frutormalitas apa pun."

"Pertemuan diadakan karena para pejabat dari kedua negara berpikir bahwa pertemuan tatap muka akan lebih baik daripada panggilan telepon," kata Moon. Ia menyebutkan bahwa KTT itu sejalan dengan perjanjian sebelumnya agar kedua pemimpin Korea lebih sering bertemu.

Peluru kendali dibawa melewati tempat pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan pejabat tinggi lainnya
dalam sebuah parade militer yang memperingati 105 tahun pendiri Korea Utara, Kim Il Sung,
yang juga kakek Kim Jong Un, di Pyongyang, Sabtu (15/4/2017)./Reuters

Pembicaraan bersejarah mereka berlangsung di desa perbatasan Panmunjom, yang menurut para pejabat Korea Selatan berlangsung dua jam, terjadi setelah pertemuan 27 April.

Itulah pertemuan antar-Korea pertama dalam lebih dari satu dekade yang juga diadakan di tempat yang sama. Pada pertemuan itu, mereka menyatakan akan bekerja menuju semenanjung Korea yang bebas nuklir dan akhir resmi Perang Korea 1950-53.

Kantor berita Korut KCNA melaporkan Kim dan Moon setuju untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi antara kedua negara mereka pada 1 Juni, dan untuk mengambil langkah-langkah untuk segera mengimplementasikan upaya mereka untuk denuklirisasi semenanjung Korea. KCNA mengatakan para pemimpin juga sepakat untuk bertemu secara teratur.

Lembaga itu mengatakan kedua pemimpin telah mencapai "konsensus yang memuaskan" dan menyatakan "sikap mereka untuk melakukan upaya bersama bagi denuklirisasi semenanjung Korea." 

Pertemuan dadakan Kim dan Moon, Sabtu, sepulang Moon dari pertemuan dengan Donald Trump, Kamis lalu, menunjukkan bahwa janji pertemuan dua Korea tanpa balutan formalitas memberi manfaat bagi keduanya, juga Amerika Serikat.  

Moon juga menyebutkan bahwa Trump masih sanksi Kim akan menghentikan ancaman nuklirnya. Sebaliknya,  Kim juga masih ragu AS akan menepati janji-janjinya.

Dua hal itu membuat kedua negara memiliki harapan berbeda tentang isu denuklirasi. Pertemuan tatap muka antara Kim dan Trump, seperti halnya pertemuan Kim dan Moon, tentu jauh lebih baik dari pembicaraan lewat telepon, apalagi dibandingkan perang pernyataan dan saing serang antara Trump dan Kim melalui media sosial.

Sumber : Reuters

Tag : korut
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top