Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Najib Razak Diperiksa Tujuh Jam Oleh Komisi Antikorupsi

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak diperiksa lebih kurang selama tujuh jam di Kantor Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Kamis, terkait SRC International, perusahaan yang terkait dengan perusahaan bermasalah 1MDB.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Mei 2018  |  20:57 WIB
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak - Reuters
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak - Reuters

Bisnis.com, PUTRAJAYA -  Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak diperiksa lebih kurang selama tujuh jam di Kantor Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Kamis (24/5/2018), terkait SRC International, perusahaan yang terkait dengan perusahaan bermasalah 1MDB.

Mantan Ketua Barisan Nasional (BN) ini terlihat memasuki gedung sekitar jam 09.45 dan baru keluar pada jam 04.55 sore.

"Saya telah menjawab pertanyaan dengan kemampuan terbaik saya," katanya kepada wartawan yang menunggunya di luar gedung.

Najib Razak mengatakan bahwa interogasi dimulai pukul 10.00 pagi, dan dia diberi waktu istirahat 40 menit untuk shalat dhuhur dan istirahat.

"MACC melakukan pekerjaan mereka secara profesional, dan mereka memberi tahu saya bahwa sesi telah berakhir. Itu saja," ujarnya.

Najib Razak pergi tanpa menjawab pertanyaan lebih lanjut dari media yang berkumpul di MPV putih yang dinaikinya.

Pada hari Selasa, Najib ditanyai selama lebih dari empat jam setelah polisi mendatangi rumahnya yang dikaitkan dengannya dan anggota keluarganya, di mana polisi menyita uang tunai, perhiasan dan barang-barang mewah senilai ratusan juta ringgit.

Pada saat yang sama warga Swiss Xavier Justo, mantan eksekutif Petro-Saudi Internasional yang membocorkan informasi tentang 1MDB dan kemudian dipenjarakan di Thailand, diperiksa untuk kedua kalinya oleh MACC.

Justo meninggalkan gedung sekitar empat jam sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

najib razak

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top