Polri Belum Kembalikan Kapal Yacth Milik Equanimity Cayman

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengakui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri belum mengembalikan kapal yacth milik Equanimity Cayman Ltd, kendati Polri kalah dalam sidang praperadilan beberapa waktu lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Sholahuddin Al Ayyubi | 24 April 2018 15:24 WIB
Yacth milik Equanimity Cayman Ltd. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengakui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri belum mengembalikan kapal yacth milik Equanimity Cayman Ltd, kendati Polri kalah dalam sidang praperadilan beberapa waktu lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Setyo mengaku masih belum mengetahui pasti alasan Dit Tipideksus Bareskrim Polri yang belum mengembalikan kapal tersebut kepada pemiliknya.

Dia memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dir Tipideksus agar segera mengembalikan kapal yang diduga tersangkut perkara tindak pidana pencucian uang di Malaysia itu.

"Belum, belum dikembalikan. Saya juga belum dapat update lagi. Nanti saya coba cek dulu ya, kenapa (belum dikembalikan)," tuturnya, Selasa (24/4/2018).

Seperti diketahui, kapal pesiar mewah itu disita oleh Polri pada Februari 2018, sebagai bagian penyelidikan oleh FBI atas kasus korupsi senilai miliaran dolar yang terkait dengan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Adapun 1MDB didirikan pada 2009 oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.

Selain di AS, 1MDB juga tengah tengah diinvestigasi di setidaknya lima negara lain termasuk Swiss dan Singapura. Dana senilai US$4,5 miliar diduga disalahgunakan oleh para pejabat 1MDB tingkat atas.

Pada Agustus 2017, Departemen Kehakiman AS berupaya menyita aset-aset dengan nilai lebih dari US$1,7 miliar yang diduga dibeli dengan dana 1MDB.

Salah satunya adalah Equanimity, yacht sepanjang 92 meter yang dibeli oleh seorang warga Malaysia bernama Low, yang menjadi tokoh kunci dalam kasus yang dibuka oleh Departemen Kehakiman AS.

Tag : polri
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top