Tim Investigasi PBB Ditembaki di Suriah

Satu tim keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ditembaki ketika melakukan pengintaian untuk menyiapkan tim penyelidik mengunjungi tempat yang diduga lokasi serangan menggunakan bahan kimia di Suriah.
John Andhi Oktaveri | 19 April 2018 08:35 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Satu tim keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ditembaki ketika melakukan pengintaian untuk menyiapkan tim penyelidik mengunjungi tempat yang diduga lokasi serangan menggunakan bahan kimia di Suriah.

Sejumlah pejabat menyatakan keberlangsungan misi penyelidikan itu kini dipertanyakan.

Para penyelidik dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tengah berada di Suriah untuk menyelidiki insiden 7 April lalu. Negara-negara Barat dan petugas penyelamat mengatakan puluhan warga sipil tewas, karena diserang gas racun oleh pasukan pemerintah.

Direktur Jenderal OPCW Ahmet Uzumcu mengatakan Departemen Keamanan dan Keselamatan PBB (UNDSS) memutuskan untuk lebih dulu melakukan pengintaian di dua lokasi di kota Douma sebelum para penyelidik datang ke sana.

"Setibanya di lokasi, banyak orang berkumpul dan saran dari UNDSS adalah tim pengintai mesti ditarik kembali," ujarnya dalam rapat di kantor OPCW sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (19/4/2018).

Sedangkan di lokasi kedua, tim ditembaki dan sebuah alat peledak diledakkan sehingga tim pengintai kembali ke Damaskus.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis menyalahkan pihak Suriah atas upaya menghalangi kehadiran penyelidik di lokasi. Dia juga mengatakan negara tersebut punya sejarah mencoba "membersihkan bukti sebelum tim investigasi tiba."

"Kami sangat menyadari penundaan yang dilakukan rezim pada delegasi itu, tapi kami juga sangat menyadari bagaimana mereka beroperasi di masa lalu dan menyembunyikan apa yang mereka lakukan menggunakan senjata kimia," kata Mattis sebelum pertemuan dengan Menhan Qatar.

AS, Ingris dan Prancis menembakkan sejumlah peluru kendali ke arah sasaran-sasaran milik Suriah pada Sabtu lalu, sebagai balasan atas dugaan penggunaan senjata kimia. Ketiga negara menyatakan kehadiran penyelidik dihalangi oleh pihak berwenang Suriah yang sekarang menguasai area, dan bukti-bukti serangan kimia mungkin dihancurkan.

Sementara itu, Suriah dan Rusia menampik ada serangan gas di negara yang dilanda perang saudara itu maupun tudingan menghalang-halangi pemeriksaan dan mengotak-atik bukti di lokasi.

Dubes Inggris untuk OPCW Peter Wilson mengatakan kini tak jelas kapan para penyelidik bisa mencapai lokasi.

 

Tag : suriah
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top