Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Poin-poin Hasil Pertemuan Kim Jong-un dan Xi Jinping

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan kepada Presiden China Xi Jinping bahwa ia setuju untuk kembali ke meja perundingan enam-pihak menyangkut program nuklir dan pengujian rudal negaranya, lapor surat kabar Nikkei, Kamis (5/4/2018).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 April 2018  |  13:52 WIB
Poin-poin Hasil Pertemuan Kim Jong-un dan Xi Jinping
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan kedua pihak di Beijing, China, dalam foto yang diambil dari tayangan stasiun televisi CCTV China, Rabu (28 - 3). / Reuters

Kabar24.com, TOKYO - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan kepada Presiden China Xi Jinping bahwa ia setuju untuk kembali ke meja perundingan enam-pihak menyangkut program nuklir dan pengujian rudal negaranya, lapor surat kabar Nikkei, Kamis (5/4/2018).

Menurut Nikkei, keinginan itu disampaikan Kim saat ia melakukan pembicaraan dengan Xi di Beijing pekan lalu.

Kekakuan berbulan-bulan antara Beijing dan Pyongyang tampak tiba-tiba hilang saat Kim melakukan kunjungan rahasia ke Beijing. China mengatakan bahwa Kim telah menyatakan komitmen untuk melucuti senjata nuklir negaranya.

Nikkei, yang mengutip berbagai sumber terkait China dan Korea Utara, mengatakan bahwa, berdasarkan dokumen-dokumen yang dikeluarkan setelah pertemuan Kim dan Xi, Kim mengatakan kepada Xi bahwa ia setuju untuk melanjutkan perundingan enam-pihak.

Perundingan yang melibatkan Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan China itu terakhir kali berlangsung pada 2009.

Sumber-sumber itu mengatakan ada kemungkinan bahwa Kim juga akan menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan perundingan kepada Presiden AS Donald Trump saat keduanya bertemu pada Mei. Namun, mereka mengatakan sama sekali belum ada kejelasan soal apakah pembicaraan enam-pihak itu akan benar-benar berlanjut.

China selama ini merupakan sekutu terdekat rahasia Korea Utara kendati hubungan kedua negara menjadi keruh, karena ambisi Kim untuk mengembangkan senjata nuklir, dan peluru kendali, serta karena China mendukung sanksi-sanksi PBB sebagai tindakan atas ambisi Korut tersebut.

Korea Utara mengatakan dalam pembicaraan-pembicaraan sebelumnya bahwa negara itu kemungkinan akan menghentikan program senjata nuklirnya jika Amerika Serikat menarik pasukannya dari Korea Selatan serta menarik apa yang disebutnya sebagai payung nuklir untuk pencegahan dari Korea Selatan dan Jepang.

Sejumlah pengulas melihat kesediaan Donald Trump untuk bertemu dengan Kim sebagai kemenangan diplomatik bagi Korea Utara sementara Amerika Serikat selama bertahun-tahun bersikeras bahwa Korea Utara harus terlebih dahulu melakukan denuklirisasi sebelum pertemuan puncak AS-Korut dapat berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china korut
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top