Rekrutmen CPNS Akan Fokus ke Fungsi Utama Tiap Instansi

Perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan lebih difokuskan untuk mengisi jabatan-jabatan spesifik sesuai dengan core business dari masing-masing instansi guna membidik berbagai sasaran Nawacita dan meningkatkan data saing bangsa di dunia internasional.
Yusran Yunus | 28 Maret 2018 11:42 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, menyalami beberapa CPNS seusai menyampaikan pengarahan di acara Presidential Lecture bagi CPNS Kementerian - Lembaga dan Pemprov Kaltara tahun 2017.

Kabar24.com, JAKARTA - Perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan lebih difokuskan untuk mengisi jabatan-jabatan spesifik sesuai dengan fungsi utama dari masing-masing instansi guna membidik berbagai sasaran Nawacita dan meningkatkan data saing bangsa di dunia internasional.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur pada acara Presidential Lecture bagi CPNS hasil seleksi CPNS tahun 2017 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2018), sebagaimana dikutip dari rilis Kementerian PANRB, Rabu (28/3/2018).

Asman mengungkap jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini mencapai 4,3 juta lebih, dengan komposisi terbanyak selain guru dan tenaga kesehatan, adalah jabatan pelaksana yang bersifat administratif, yaitu sebesar 1,6 juta atau sekitar 26 %.

Menurut dia, komposisi ASN yang didominasi oleh jabatan administrasi umum cukup berat, karena tantangan era industri 4.0 menghendaki adanya spesialisasi keahlian.

Baca juga: JOKOWI: CPNS Seleksi 2017 Generasi Terbaik, Tapi Banyak yang Jomblo

Rekrutmen CPNS merupakan salah satu fokus pemerintah untuk memperbaiki kualitas ASN. Saat ini Indonesia dan dunia sedang menghadapi perubahan yang cepat di era industri 4.0 yang dicirikan dengan dominannya peran mesin dan otomatisasi.

"Karena itu, kita harus mempersiapkan modal SDM Aparatur yang berintegritas dan profesional, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing, memiliki jiwa hospitality dan entrepreneurship, serta daya networking, untuk menghadapi tantangan dan mengantisipasi perubahan tersebut. Itulah SMART ASN".

Asman menegaskan fokus perbaikan manajemen ASN untuk menyongsong era industri 4.0 harus komprehensif, mulai dari perencanaan, rekrutmen dan orientasi, pengembangan kapasitas, penilaian kinerja dan reward, promosi dan rotasi, sampai dengan purnabhakti.

"Pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2017 yang sepenuhnya menggunakan sistem CAT, merupakan jawaban konkrit atas tantangan era industri 4.0. Sistem ini menjamin pelaksanaan seleksi CPNS berjalan bersih, transparan, objektif dan bebas dari KKN".

Formasi CPNS yang dibuka pada tahun 2017 sejumlah 37.138 di 62 kementerian/lembaga dan 1 provinsi dengan total pelamar mencapai 2,4 juta lebih. Dari jumlah formasi tersebut, 34.167 adalah formasi umum, 2.310 formasi lulusan cumlaude, 168 formasi penyandang disabilitas, serta 493 formasi putra/putri Papua dan Papua Barat yang akan ditempatkan di lintas kementerian/lembaga,

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cpns

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top