Potensi Besar, Pemerintah Jatim Mesti Gencar Promosi dan Bangun Akses Pariwisata

Pemerintah Jawa Timur (Jatim) dinilai perlu meningkatkan promosi pariwisata daerah dengan menggandeng pelaku wisata yang kredibel, termasuk membangun akses atau infrastruktur mengingat besarnya potensi pariwisata di provinsi tersebut yang berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.
Peni Widarti | 23 Maret 2018 15:08 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit di Gunung Bromo, Jawa Timur, Rabu (26/4). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Jawa Timur (Jatim) dinilai perlu meningkatkan promosi pariwisata daerah dengan menggandeng pelaku wisata yang kredibel, termasuk membangun akses atau infrastruktur mengingat besarnya potensi pariwisata di provinsi tersebut yang berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

Ketua Dewan Tata Krama Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Timur Nanik Sutaningtyas mengatakan dalam program pembangunan infrastruktur, pemerintah juga harus memperhatikan infrastruktur di kawasan pariwisata agar hasilnya bisa cepat meningkatkan perekonomian daerah atau pendapatan per kapita.

“Selain itu, pemerintah juga harus aktif dan gencar promosi untuk memperkenalkan potensi wisata daerah dan bekerja sama dengan pelaku-pelaku pariwisata yang memiliki kredibilitas potensial,” paparnya kepada Bisnis, Jumat (23/3/2018).

Pengusaha biro perjalanan PT Akdirasa Tours and Travel itu menambahkan selama ini infrastruktur jalan dan fasilitas obyek wisata yang layak menjadi kendala utama perkembangan sektor pariwisata. Padahal, lanjut Nanik, bidang pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi devisa negara paling menguntungkan karena bersifat multiplayer effect.

“Jika suatu daerah ingin segera meningkatkan perekonomian, maka cepat bangunlah. Kami yakin investasi-investasi di sektor ini akan bertumbuh mulai hotel, restoran, hingga para pedagang, transportasi umum, bahkan tukang becak pun akan ikut menikmati, tentunya perizinan investasi juga harus dipermudah,” ujarnya.

Nanik mengibaratkan Jawa Timur seperti raksasa yang sedang tidur lalu bangkit. Sekarang sudah banyak bermunculan obyek wisata baru. Bukan hanya Gunung Bromo, Batu Malang, Gunung Ijen, hampir setiap kabupaten punya objek wisata yang menarik tapi kurang infrastruktur.

Contohnya, Madura yang memiliki Gili Iyang yang terkenal dengan Pulau Oksigen. Kini, pulau tersebut banyak dilirik oleh wisatawan asing sebagai destinasi wisata kesehatan karena memiliki oksigen yang bagus.

Namun sayang, akses dan transportasi yang layan menuju Gili Iyang masih belum memadai atau hanya bisa diakses dengan menggunakan kapal nelayan.

“Itu bisa dijadikan wisata kesehatan. Bayangkan jika kita beli oksigen murni untuk alasan kesehatan orang sakit per tabungnya mahal sekali,” imbuh Nanik.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2018 mengalami peningkatan hingga 55% dibandingkan kunjungan pada periode yang sama tahun lalu.

Pada Januari 2018, ada 22.700 kunjungan wisman sedangkan pada Januari 2017 jumlahnya 22.422 kunjungan. Bila dibandingkan dengan Desember 2017, kunjungan wisman mencapai 17.157 kunjungan atau tumbuh 19%.

Menurut Kepala BPS Jatim Teguh Pramono wisman yang kebanyakan berasal dari Malaysia, Singapura, dan China tersebut diperkirakan ekspatriat yang bekerja di Indonesia. Mereka kembali setelah selesai berlibur pada momen liburan Natal dan Tahun Baru pada Desember 2017.

“Tidak diketahui pasti tujuan mereka datang ke Surabaya melalui Bandara Juanda, apakah mereka datang untuk berlibur dan pergi ke tempat wisata di Jatim, atau memang ekspatriat yang bekerja di sini,” ungkapnya.

Tag : jawa timur
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top