Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eks Presiden Korsel Lee Myung-bak Diciduk karena Korupsi

Mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung-bak kemarin waktu setempat ditangkap akibat terjerat sejumlah kasus korupsi dan pelanggaran hukum lainnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  10:19 WIB
Mantan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak - Reuters/Kim Hong/Ji
Mantan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak - Reuters/Kim Hong/Ji

Bisnis, JAKARTA – Mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung-bak kemarin waktu setempat ditangkap akibat terjerat sejumlah kasus korupsi dan pelanggaran hukum lainnya.

Pengusaha yang kemudian beralih menjadi presiden itu  menjabat pada 2008 hingga 2013. Dia menghadapi banyak tuduhan di akhir masa jabatannya, termasuk penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan, penggelapan dan penghindaran pajak. 

Lee merupakan mantan pemimpin Korsel keempat yang ditahan atas dugaan korupsi.

"Saya tidak menyalahkan orang lain, semua adalah kesalahan saya dan saya menyesal," kata Lee lewat tulis tangannya melalui sebuah foto di akun Facebook sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com Jumat (23/3/2018).

"Dengan penangkapan saya ini, saya berharap keluarga saya bisa menghadapi cobaan dan mereka dapat bekerja dengan baik," ujarnya menambahkan.

Akan tetapi, Lee menyangkal sebagian besar dakwaan terhadapnya. Dia akan mendapat pemeriksaan kesehatan sebelum memakai baju tahanan.

Rekaman televisi lokal menunjukkan Lee mengenakan mantel gelap dengan dasi saat muncul dari rumahnya. Dia berjabat tangan dengan mantan asistennya dan masuk ke mobil dengan jendela gelap.

Lee akan ditahan dalam sel isolasi seluas sebelas meter persegi. Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Lee setelah dia menjalani interogasi maraton dari jaksa. 

Jaksa menyebutkan, jika dia terbukti bersalah, Lee akan dipenjara hingga 45 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korsel
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top