Dukung Inggris, UE Tarik Perwakilannya dari Rusia

Para pemimpin negara-negara Uni Eropa (UE) menarik para duta besarnya dari Rusia sebagai bentuk dukungan terhadap Inggris yang telah mengusir para diplomat Negeri Beruang Merah.
Annisa Margrit | 23 Maret 2018 09:09 WIB
Mantan kolonel badan intelijen militer Rusia Sergei Skripal berada di dalam sel dalam sebuah sidang di pengadilan militer Moskow, Rusia pada 2006. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Para pemimpin negara-negara Uni Eropa (UE) menarik para duta besarnya dari Rusia sebagai bentuk dukungan terhadap Inggris yang telah mengusir para diplomat Negeri Beruang Merah.

"Kami sepakat dengan keputusan Pemerintah Inggris bahwa ada kemungkinan yang sangat besar Rusia bertanggung jawab dan tidak ada penjelasan lain," demikian disampaikan dalam pernyataan resmi seperti dilansir dari Reuters, Jumat (23/3/2018).

Hal ini terkait dengan serangan terhadap mantan agen rahasia Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Inggris, pada awal bulan ini. Skripal dan putrinya terpapar racun saraf berbahaya bernama Novichok.

Keduanya ditemukan tak sadarkan diri di dekat sebuah pusat perbelanjaan di Salisbury, Minggu (4/3). Hingga kini, keduanya masih dirawat intensif di rumah sakit.

Selain Skripal dan putrinya, racun saraf itu juga membuat seorang polisi harus dirawat intensif karena ikut terpapar. Sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian ketika peristiwa itu terjadi pun turut diperiksa kesehatannya.

Penggunaan racun saraf ini disebut sebagai yang pertama kali diketahui digunakan untuk menyerang seseorang sejak Perang Dunia II.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan opsi untuk sanksi lainnya masih terbuka dan menegaskan UE akan bergerak bersama mengenai masalah ini.

Utusan UE untuk Rusia Markus Ederer akan ditarik pulang selama sebulan untuk konsultasi. Lithuania, Polandia, dan negara-negara Baltik lainnya juga sudah menyampaikan komitmen serupa.

Keputusan itu disambut baik oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May, yang sudah melakukan berbagai pendekatan kepada UE. Dukungan negara-negara UE muncul di tengah pembicaraan mengenai Brexit.

"Ancaman dari Rusia tidak mengenal perbatasan negara," ujarnya.

Sementara itu, Rusia telah berkali-kali menyangkal terlibat dalam serangan tersebut. Namun, memburuknya hubungan Rusia dan Inggris sudah terjadi sejak pemerintahan Vladimir Putin menganeksasi Krimea dari Ukraina pada 2014.

Sumber : Reuters

Tag : rusia, uni eropa
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top