Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Siapkan Aksi Militer Atas Taiwan

Media Pemerintah China menyebut negara itu tengah menyiaikan aksi militer atas Taiwan dan akan menekan AS terkait kerja sama dengan Korea Utara setelah Washington meloloskan undang-undang yang akan meningkatkan hubungannya dengan Taiwan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  11:25 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menghadiri acara makan malam di Kamar Dagang Amerika (AmCham), di Taipei, Taiwan 21 Maret 2018. - Reuters
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menghadiri acara makan malam di Kamar Dagang Amerika (AmCham), di Taipei, Taiwan 21 Maret 2018. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Media Pemerintah China menyebut negara itu tengah menyiaikan aksi militer atas Taiwan dan akan menekan AS terkait kerja sama dengan Korea Utara setelah Washington meloloskan undang-undang yang akan meningkatkan hubungannya dengan Taiwan.

Beijing tersinggung setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani produk legislasi yang akan mengizinkan pejabat AS saling kunjung dengan Taiwan tanpa seizin China.

Kedua pejabat negara akan saling kunjung dalam status sebagai dua negara berdaulat.

Asisten Deputi Menlu, Alex Wong menyatakan di Taipei bahwa komitmen AS terhadap Taiwan tak perlu dikhawatirkan sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (22/3/2018).

Menurutnya, wilayah pulau itu merupakan inspirasi bagi seluruh kawasan Indopasifik. Hingga kini China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari provinsinya yang membangkang.

President China Xi Jinping mengatakan akan memberi hukuman bersejarah bagi wilayah yang berusaha untuk memisahkan diri.

"China daratan juga akan menyiapkan aksi militer langsung di Selat Taiwan. Hal itu diperlukan untuk menegaskan bahwa saling kunjung antara pejabat AS dan Taiwan akan berdampak serius atas Taiwan,” tulis sebuah tajuk pada People’s Daily yang diterbitkan Partai Komunis China.

Media tersebut menyebut China daratan akan mengirim pesawat militer dan kapal perang ke Selat Taiwan.

Pengerahan pasukan itu tergantung situasi dan akan dilakukan secara bertahap,” tulis media itu.

Sementara itu, The Global Times menulis bahwa sebuah kesalahpahaman kalau berpikir penyatuan kedua wilayah akan berjalan secara damai dan harmoni dengan proses yang menggembirakan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top