Industri Pertahanan Nasional Perlu Didorong Untuk Pemenuhan Kebutuhan Alutsista

Industri pertahanan nasional perlu didorong dalam merealisasikan kemandirian pemenuhan kebutuhan Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista) dari dalam negeri.
Amanda Kusumawardhani | 21 Maret 2018 14:09 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (dari kiri), Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Elfien Goentoro, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau pesawat udara CN235 usai acara Serah Terima Unit Pesawat Udara dan Helikopter di Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/1). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri pertahanan nasional perlu didorong dalam merealisasikan kemandirian pemenuhan kebutuhan Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista) dari dalam negeri.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara (Bidkor Hanneg) Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Laksda TNI Achmad Djamaludin. Kemandirian tersebut dalam rangka mendukung kebijakan pemenuhan alutsista TNI dalam rangka kemandirian pertahanan negara.

“Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara,” katanya saat melakukan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia (Persero) serta PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) di Surabaya, seperti disampaikan melalui keterangan resmi, Rabu (21/3/2018).

Selain itu, Djamaludin menyebut dukungan tersebut bisa dimulai dari komitmen dan konsistensi dari TNI untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan alutsistanya dari PT PAL serta PT Dok dan Perkapalan Surabaya.

Meskipun PT Dok dan Perkapalan belum ditetapkan sebagai salah satu industri pertahanan, dia mengakui kedua perusahaan itu memiliki potensi untuk memproduksi dan memelihara Alutsista TNI.

Adapun PT PAL diakui telah memiliki kemampuan untuk memproduksi berbagai jenis kapal perang untuk pemenuhan kebutuhan alutsista TNI Angkatan Laut (AL).

“Dengan kemampuan dan sarana yang dimiliki PAL Indonesia, saat ini diperlukan komitmen dan konsistensi dari TNI AL untuk selalu memesan kebutuhan alutsistanya ke PAL Indonesia, sehingga kemampuannya dalam pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan kapal perang dapat terus meningkat sesuai operation requirement dan technical specification yang dipersyaratkan TNI AL,” ungkap Djamaludin.

Dia juga menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan pemeliharaan dan perbaikan kapal, PAL Indonesia serta Dok dan Perkapalan Surabaya perlu membangun sinergi dan kerja sama dengan satuan pengguna (Komando Armada RI).

Tag : alutsista
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top