Xi Jinping: Tak Ada Wilayah China Yang Boleh Memisahkan Diri

Presiden Xi Jinping menegaskan tidak akan ada satu pun wilayah China yang boleh memisahkan diri sampai kapanpun.
John Andhi Oktaveri | 20 Maret 2018 09:53 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping (kedua kanan) menyaksikan penandatanganan perjanjian fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional China Hu Huaibang, di Gedung Great Hall of the People, Beijing, China, Minggu (14/5). - Antara/Bayu Prasetyo

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Xi Jinping menegaskan tidak akan ada satupun wilayah China yang boleh memisahkan diri sampai kapanpun.

Pernyataan itu diampaikan Xi yang baru saja mendapat amanah untuk menjabat periode kepresidenan berikutnya di depan parlemen China. Pernyataan tersebut sekaligus menutup sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) hari ini sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (20/3/2018).

“Tidak ada tanah China yang akan memisahkan diri dari induknya dan negara kita mampu dan yakin serta akan memberantas setiap upaya untuk memisahkan diri,” ujar Xi disambut tepuk tangan para legislator di Balai Rakyat China menandai penutupan sidang tahunan tersebut.

Pernyataan tegas itu jelas ditujukan kepada Taiwan yang sejak lama dicap sebagai provinsi pembangkang oleh China. Selama ini Taiwan, atau yang juga dikenal sebagai China Taipei di forum internasional, sering membuat pemimpin China marah karena aksi provokatifnya dengan menggelar latihan militer.

Sejumlah tentara Taiwan ikut dalam latihan militer besar-besaran di Hualien, Taiwan awal tahun ini. Unjuk kekuatan itu menyusul ketegangan antara China dan Taiwan.

Dalam beberapa bulan terakhir, China telah menunjukkan kekuatan militernya di sekitar Taiwan sehingga membuat Taiwan khawatir. China mengatakan latihan itu rutin, tapi tidak akan menoleransi upaya Taiwan jika nekat menyatakan kemerdekaan.

Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen mengatakan ambisi militer China tidak hanya mempengaruhi Taiwan, tapi juga seluruh Asia Timur. Dia pun memperingatkan ancaman militer China semakin meningkat hari demi hari, dan ketegangan antara Taiwan dan China daratan tidak boleh diselesaikan melalui kekuatan militer.

“Aktivitas militer China tidak hanya berdampak pada situasi di Selat Taiwan, namun juga di seluruh Asia Timur… Ini bukanlah masalah yang hanya dihadapi oleh Taiwan,” ujar Tsai, yang merupakan presiden wanita Taiwan pertama, kepada para wartawan lokal.

China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memberontak, dan China terus menggunakan kekuatan untuk membuat Taiwan berada di bawah kendalinya. Sedangkan Taiwan dipersenjatai dengan baik. Sebagian besar senjatanya berasal dari Amerika Serikat dan telah berusaha untuk membeli lebih banyak peralatan berteknologi tinggi dari Washington untuk mempertahankan diri dari China.

Beijing menduga bahwa Tsai, yang memimpin Partai Progresif Demokratik yang mendukung kemerdekaan, ingin memastikan kemerdekaan penuh untuk pulau tersebut apa pun yang terjadi.

 

Tag : china, xi jinping
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top