Selama Nyepi, APJII Bali Juga Tutup Akses Sosmed

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII Bali menyatakan tidak akan memutus jaringan internet secara total tetapi hanya menutup akses ke situs sosial media.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 15 Maret 2018  |  18:00 WIB
Selama Nyepi, APJII Bali Juga Tutup Akses Sosmed
Suasana Nyepi di Bali - Antara

Kabar24.com, DENPASAR—Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII Bali menyatakan tidak akan memutus jaringan internet secara total tetapi hanya menutup akses ke situs sosial media.

Dengan keputusan tersebut, maka pengguna sosmed seperti facebook, instagram, twitter dan termasuk whats app tidak akan bisa menggunakannya, terhitung sejak Sabtu (17/3/2018) pukul 06.00 Wita hingga Minggu (18/3/2018) pukul 06.00 Wita.

Adapun penjelajahan melalui situs seperti google masih tetap dapat dilakukan oleh pelanggan jaringan ISP.

Ketua APJII Bali I Gede Yudhatama mengatakan keputusan tersebut untuk menindaklanjuti imbauan dari Kominfo serta usulan pemuka agama yang ingin menghindari terjadinya kesalahan pahaman selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

“Kami tangkap maksud dan keinginan dari usulan pemuka agama, bahwa sosmed yang hanya diputus kalau layanan internet lain bisa digunakan,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (15/3/2018).

Yudhatama memastikan bahwa 53 penyedia internet service protocol (ISP) anggota APJI Bali sepakat untuk menjalankan keputusan tersebut. Dia mengatakan pemutusan tersebut berlaku untuk semua pelanggan internet yang menggunakan jaringan fiber optik termasuk hotel.

Dijelaskan olehnya, khusus situs Youtube masih akan tetap dapat diakses karena anggota APJII Bali tidak akan memutus Google. Youtube berada di bawah Google dan jika keseluruhannya ditutup dikhawatirkan berdampak terhadap layanan lain seperti pengiriman surel dan layanan komputasi awan (cloud computing).

“Malah bisa chaos kalau ditutup akses ke google, karena seperti bank dan hotel layanan datanya menggunakan cloud dan butuh surel untuk mendukung pekerjaan. Itu kan juga salah satu layanan publik,” jelasnya.

Kendati memastikan akan mematikan layanan sosmed sehingga tidak dapat diakses, Yudhatama mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan pemutusan itu kepada masing-masing anggota. Dia menegaskan tidak akan mencampuri dapur masing-masing anggota penyedia jaringan internet di Pulau Dewata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nyepi, Medsos

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top