China-Rusia Sepakati Investasi Tambang Uranium Senilai US$325,7 Juta

Badan Investasi Rusia-Cina untuk Pembangunan Regional menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk berinvestasi senilai US$325,7 juta di bidang pembangunan uranium di Priargunsky Industrial Mining and Chemical Union.
Wike Dita Herlinda | 14 Maret 2018 17:38 WIB
Ilustrasi Priargunsky Industrial Mining and Chemical Union di Rusia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Investasi Rusia-Cina untuk Pembangunan Regional menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk berinvestasi senilai US$325,7 juta di bidang pembangunan uranium di Priargunsky Industrial Mining and Chemical Union.

Perusahaan tersebut adalah anak perusahaan dari unit Rosatom Atomredmetzoloto, sebuah korporasi pengembang nuklir untuk pembangkit listrik.

Priarigunsky Industrial Mining and Chemical berencana memulai pembangunan tambang uranium ini pada pekan ini, dan akan meluncurkan operasional tahap pertamanya pada 2023.

Biaya investasi pertama dari proyek tersebut mencapai 44 juta Rubel. Adapun, cadangan komersil ladang mineral tambang berkapasitas hingga 40.000 ton uranium.

Nikolai Spassky, wakil CEO Rosatom untuk Hubungan Internasional, menjelaskan proyek Rusia-Cina di sektor uranium mencakup kerja sama kedua negara di pasar uranium dunia.

Ketua Badan Investasi Rusia-Cina untuk Pembangunan Regional Wang Feng mengatakan, dana tersebut dapat mendukung pembangunan bersama pembangkit listrik tenaga nuklir dan kedokteran nuklir di masa depan.

"Ada banyak poin yang bisa kami eksplor untuk kemungkinan kerjasama di masa depan. Misalnya, pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang mencakup kerja sama dalam produksi dan penjualan isotop, "katanya dalam siaran pers pada Rabu (14/3/2018).

Sekadar catatan, Rosatom (State Atomic Energy Corporation Rosatom) adalah BUMN Rusia, yang juga salah satu pemimpin global di bidang teknologi nuklir. Rosatom adalah salah satu perusahaan terbesar di Rusia yang mengintegrasikan aset di bidang energi nuklir, desain dan konstruksi pembangkit listrik tenaga nuklir, serta industri rekayasa tenaga listrik.

BUMN Rosatom adalah perusahaan pembangkit terbesar di Rusia, yang menyediakan 202.868 miliar kWh listrik (atau 18,9% dari total output di negara ini) pada 2017. Rosatom menempati peringkat 1 di dunia dalam hal portofolio proyek asing (33 unit tenaga listrik di 12 negara); Tempat kedua di dunia dalam sumber daya uranium dan tempat ke-4 dalam hal produksinya.

Perusahaan negara menyediakan 36% pasar pengayaan uranium dunia dan 17% pasar bahan bakar nuklir.

Ruang lingkup kegiatan Rosatom mencakup produksi peralatan dan produk isotop untuk kebutuhan obat nuklir, penelitian ilmiah, ilmu material, superkomputer dan perangkat lunak, produksi berbagai produk inovatif nuklir dan nonnuklir.

Rosatom telah menyatukan lebih dari 300 perusahaan dan organisasi, termasuk satu-satunya kapal selam bertenaga nuklir di dunia.

Tag : uranium
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top