Buya Syafii Maarif: Upaya Pembakaran Sajadah, Sarung Di Halaman Mushola Teror

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Syafii Maarif mengatakan upaya pembakaran karpet, sajadah, dan sarung serta gazebo di halaman mushola di Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bagian dari teror.
Newswire | 14 Maret 2018 15:49 WIB
Tokoh nasional Buya Syafii Maarif usai pertemuan konsultasi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/6). - Antara/Yudhi Mahatma

Bisnis.com, BANTUL -  Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Syafii Maarif mengatakan upaya pembakaran karpet, sajadah, dan sarung serta gazebo di halaman mushola di Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bagian dari teror.

"Ini jelas bagian dari teror karena apapun definisi orang, teror itu tindakan yang memicu ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan serta perpecahan," kata Buya usai mengunjungi Mushola Fatturahman Desa Jambidan Bantul yang karpet dan gazebonya dibakar, Rabu (14/3/2018).

Di Desa Jambidan, dilaporkan terjadi pembakaran karpet Mushola Fatturahman dan gazebo di halaman TPA (Taman Pendidikan Al Quran) Faturrahman yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal pada Minggu (11/3) malam.

Buya Syafii menyesalkan kejadian tersebut karena selain berada di rumah ibadah juga di komplek TPA atau tempat pendidikan bagi anak-anak belajar Al Quran, yang tidak tahu apa-apa tentang politik atau kondisi saat ini.

"Definisi terorisme itu memang masih diperdebatkan, tapi ini menimbulkan ketakutan, kecemasan, kecurigaan. Tujuannya teroris itu agar masyarakat panik, masyarakat saling curiga, kalau itu tercapai tujuannya tercapai," katanya.

Meski demikian, ketika ditanya sasaran apa yang ingin dicapai pelaku, Buya mengatakan, belum bisa menafsirkan apalagi berspekulasi, dan untuk mengungkap kejadian tersebut Buya mengharapkan kepolisian bisa bergerak cepat.

"Susah mentafsirkan, apalagi spekulasi itu janganlah, saya percaya aparat kepolisian dari Bantul, apalagi Kapolsek Banguntapan sudah ke sini, saya harap akan terbongkar dalam waktu yang tidak lama," kata Buya.

Buya Maarif juga mengharapkan, atas kejadian ini masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberikan pemahaman yang spekulatif yang justru berdampak atau menimbulkan hubungan-hubungan yang kurang baik dan saling curiga.

"Apalagi sekarang tahun politik, jadi orang tidak normal, sangat emosional. Saya berharap media cetak dan elektronik bisa mendinginkan suasana sehingga energi kita tidak habis oleh hal-hal yang semacam itu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Syafii Maarif

Sumber : ANTARA
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top