Pilkada 2018 : Sinode GKI Larang Kampanye di Gereja

Ketua Sinode GKI di tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu melarang gereja dijadikan tempat kampanye pasangan calon untuk pemilihan kepala daerah serentak 2018.
Newswire | 08 Maret 2018 13:37 WIB
Dua orang warga Katolik membersihkan peralatan ibadah misa di Gereja Katolik Santo Petrus, Solo, Jawa Tengah, Kamis (22/12). - Antara

Kabar24.com, BIAK - Ketua Sinode GKI di tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu melarang gereja dijadikan tempat kampanye pasangan calon untuk pemilihan kepala daerah serentak 2018.

"Lembaga gereja harus independen serta melaksanakan tugas tri panggilan gereja bersekutu bersaksi untuk kesejahteraan warga jemaat gereja," harap Ketua Sinode GKI di tanah Papua Pdt Andrikus Mofu seusai meresmikan gedung pastori GKI Ruth Biak, Kamis (8/3/2018).

Mofu mengatakan pelaksanaan pilkada serentak merupakan agenda politik pemerintah yang akan melaksanakan proses pemilihan langsung pasangan kepala daerah bupati dan gubenur.

Dia mengajak warga jemaat gereja di lingkungan GKI Sinode pada pilkada serentak 2018 harus dapat menyalurkan hak pilih dengan demokrasi dan cerdas.

Sebelum memberi pilihan pada paslon tertentu, menurut Mofu, warga jemaat GKI harus membaca visi misi calon, serta melihat nyata kebijakan program kerja yang ditawarkan pasangan calon selama tahapan kampanye.

"Saya harapkan warga jemaat gereja GKI di tanah Papua harus terdaftar menjadi pemilih serta dapat menyalurkan hak pilihan suara sesuai dengan hati nurani," harap Mofu.

Jajaran sinode GKI di tanah Papua, menurut Mofu, mengajak semua ketua jemaat gereja untuk menjaga netralitas lembaga gereja pada ajang pilkada serentak 27 Juni 2018.

"Siapapun paslon yang terpilih dalam pilkada serentak 27 Juni 2018 harus mewujudkan janji nyata program saat dikampanyekan," ungkapnya.

Data KPU jumlah pilkada serentak 2018 akan berlangsung di 171 kabupaten/kota, semnetara di Provinsi Papua terdapat tujuh diantara kabupaten dan satu provinsi akan menyelenggarakan pilkada.

Sumber : Antara

Tag : Pilkada Serentak
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top