Pengungsi Longsor di Brebes Mulai Kesulitan Air Bersih

Saat di lokasi bencana ratusan petugas dan relawan masih mencari korban yang hilang. Sejauh ini operasi pencarian menemukan 10 korban dalan kondisi meninggal dan masih ada 7 nama yang dilaporkan hilang.
Alif Nazzala Rizqi | 28 Februari 2018 18:55 WIB
Lokasi Bencana Longsor di Brebes

Kabar24.com, BREBES - Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi lokasi longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Selasa (28/2/2018). Selain lokasi bencana, Ganjar juga mengunjungi sejumlah posko pengungsian dan logistik.

Saat di lokasi bencana ratusan petugas dan relawan masih mencari korban yang hilang. Sejauh ini operasi pencarian menemukan 10 korban dalan kondisi meninggal dan masih ada 7 nama yang dilaporkan hilang.

"Hari ini terakhir operasi pencarian sampai nanti jam 12. Saya dengar antara tim dan keluarga korban sudah sepakat, keluarga sudah ikhlas," kata Ganjar dalam keterangan pers.

Kepala Desa Pasir Panjang Riswanto mengatakan, dampak longsor juga mengakibatkan 30 rumah rusak. Diantaranya ada tiga rumah yang rusak berat, bahkan hampir rata dengan tanah.

"Material lumpur dari bukit itu turun menerjang kampung Cikarae, lumpur masuk rumah setinggi dada. Saat ini warga sedang kerja bakti membersihkan lumpurnya," katanya.

Dampak lain adalah sulitnya air bersih karena pipa-pipa air warga rusak. Kepada Ganjar, warga meminta diusahakan pompa air dan pipa paralon.

"Permintaan warga sudah saya teruskan ke BPBD dan segera dikirim. Satu lagi gergaji mesin ini sangat penting karena banyak batang pohon utuh terbawa lumpur ke perkampungan," ujarnya.

Sedangkan soal logistik makanan sampai saat ini menurut laporan Riswanto sudah cukup. Bantuan datang dari berbagai penjuru, baik pemerintah pusat, provinsi Jateng, Pemda Brebes, maupun organisasi pemuda, perusahaan swasta dan partai politik.

Ganjar yang didampingi isteri, Siti Atikoh, juga mampir ke rumah Haryanto (65), salah satu korban yang belum ditemukan. Isteri Haryanto, Turmini (55) menceritakan ketika longsor terjadi, suaminya sedang berada di sawah. "Biasa mencangkul di sawah mulai jam tujuh, belum ada kabarnya sampai sekarang," ungkap Turmini.

Selain itu juga bertemu dengan Kartoyo (69) yang sempat tertimbun lumpur. Kakek berjenggot itu berhasil selamat setelah ditolong tetangganya.

"Ada dua menit saya tertutup lumpur seluruh badan tertimpa pisang dan kelapa juga," tambahnya.

Gerakan tanah/tanah longsor melanda kawasan hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terjadi pada Kamis (22/2/2018), sekitar pukul 08.00 WIB

Ganjar telah meminta BPBD Jateng berkoordinasi dengan Perhutani untuk pemasangan early warning system. "Seluruh bukit milik Perhutani dicek, jika ada potensi kerawanan maka harus dipasang early warning system. Alatnya sudah ada, tinggal dipasang," pungkasnya

Tag : longsor, brebes
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top