Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komisioner Tak Diperpanjang, KPPU Berhenti Beroperasi

Lembaga anti monopoli Tanah Air ini bernasib cukup tragis. Seluruh kegiatan operasional KPPU harus dihentikan lantaran kekosongan kekuasaan yang terjadi dalam tubuh otoritas yang berusia 17 tahun ini.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 27 Februari 2018  |  18:20 WIB
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  -  david Eka Issetiabudi
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) - david Eka Issetiabudi

Kabar24.com, JAKARTA — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) resmi berhenti beroperasi per Rabu, 28 Februari 2018.

Lembaga anti monopoli Tanah Air ini bernasib cukup tragis. Seluruh kegiatan operasional KPPU harus dihentikan lantaran kekosongan kekuasaan yang terjadi dalam tubuh otoritas yang berusia 17 tahun ini.

Presiden Joko Widodo tidak kunjung mengeluarkan Kepres (Keputusan Presiden) untuk memperpanjang kepemimpinan komisioner lama, ataupun mengangkat komisioner baru.

Ketidakjelasan ini yang membuat KPPU harus menyetop segela aktivitasnya. Bahkan, para pegawai pun terkatung-katung tak dapat melakoni aktivias kerjanya. Surat pemberitahuan KPPU mengumumkan tiga poin terkait penutupan lembaga.

Pertama, proses persidangan dan proses penilaian atas notifikasi merger dan akuisisi dihentikan untuk sementara.

Kedua, kegiatan yang melibatkan anggita komisi secara langsung dan akan dihentikan untuk sementara.

Ketiga, KPPU tidak dapat melakukan kegiatan litigasi atas upaya hukum yang diajukan oleh pelaku usaha terhadap putusan KPPU, baik di tingkat Pengadilan Negeri, dan Mahkamah Agung.

Penghentian di atas mulai berlaku per 28 Desember 2018 dan terus berlangsung hingga ditetapkannya anggota KPPU periode 2108-2023, atau perpanjangan anggota KPPU periode 2012-2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi kppu
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top