PILGUB MALUT 2018 : PDIP Optimistis Gani & Ali Lolos

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) optimistis pasangan Abdul Gani Kasuba/Yasin Ali (AGK/YA) tetap lolos ke Pilkada 2018, kendati menghadapi gugatan pasangan calon gubernur Malut, Burhan Abdurrahman dan Ishak Jamaludin (Bur-Jadi).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Februari 2018  |  08:19 WIB
PILGUB MALUT 2018 : PDIP Optimistis Gani & Ali Lolos
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) menyerahkan surat rekomendasi partai kepada pasangan Bacagub-Cawagub Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba (tengah) dan M Al Yasin Ali (kanan) dalam acara penetapan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP di Jakarta, Kamis (4/1). PDIP secara resmi mengusung pasangan Abdul Ghani Kasuba dan M Al Yasin Ali sebagai bacagub-cawagub Maluku Utara. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Kabar24.com, TERNATE - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) optimistis pasangan Abdul Gani Kasuba/Yasin Ali (AGK/YA) tetap lolos ke Pilkada 2018, kendati menghadapi gugatan pasangan calon gubernur Malut, Burhan Abdurrahman dan Ishak Jamaludin (Bur-Jadi).

"Tentunya kami optimistis, pasangan calon gubernur AGK/YA tetap lolos dalam pertarungan di Pilgub Malut pada bulan Juni mendatang," kata Ketua DPD PDI-Perjuangan Malut, Muhammad Senen di Ternate, Kamis (22/2/2018).

Dia menyatakan pihaknya telah menggelar Rakerda PDI-P dalam rangka menghadapi Pilgub Malut dan PDI-P tetap optimistis pasangan AGK-YA lolos ke Pilkada Malut.

"Kita melakukan rapat DPD PDI-P yang diperluas dalam rangka penguatan struktur untuk memenangkan pasangan AGK-YA yang diusung oleh PDI-P, dan untuk gugatan tim Bur-Jadi, PDIP tetap optimis AGK-YA tetap lolos," katanya.

Muhammad mengatakan, soal gugatan ke Bawaslu itu adalah hak pasangan Bur-Jadi, tetapi PDI-P tetap optimis lolos, tidak akan mungkin AGK-YA kandas dalam perjalanan menuju Pilgub Malut.

"Saya yakin dan percaya, AGK-YA tidak akan mungkin kandas hanya karena rekomendasi PKPI yang dipersoalkan. Alasanya karena, andai kata hari ini, rekomendasi PKPI itu dialihkan ke AGK-YA dan mengugurkan pasangan Bur-Jadi karena persoalan persyaratan, maka itu mungkin, tapi rekomendasi itu pindah ke AGK-YA pun tidak mengurangi Bur-Jadi dari sisi administrasi, sehingga dari sisi ini juga akan diperhatikan oleh Bawaslu," kata Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan tersebut.

Disingung masalah Peraturan KPU yang mengatur soal partai politik cukup mengusungkan 1 pasangan calon dan tidak bisa lebih, kata dia, hal itu punya mekanisme dan suda diferifikasi oleh KPU Provinsi Malut, san itu suda sangat jelas.

Muhammad menganggap, gugatan Bur-Jadi di Bawaslu itu adalah bagian dari dinamika poltik saat ini dan itu dihargai, sehingga dinamika politik ini tidak berkepenjangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilkada Serentak

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top