2018, Momentum Bangkitnya Pengusaha Bali

Tahun 2018 menjadi momentum bagi pengusaha di Bali untuk meningkatkan kinerja dan memulihkan kondisi setelah pada akhir 2017 sempat terkena imbas negatif dari aktivitas Gunung Agung.
Ni Putu Eka Wiratmini | 19 Februari 2018 16:35 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Kabar24.com, DENPASAR -- Tahun 2018 menjadi momentum bagi pengusaha di Bali untuk meningkatkan kinerja dan memulihkan kondisi setelah pada akhir 2017 sempat terkena imbas negatif dari aktivitas Gunung Agung.

Ketua Komunitas Wirausaha Tangan DiAtas (TDA) Hendra W Saputro mengatakan sebanyak 40% pengusaha di Bali, dari yang mulai bergerak pada bidang pariwisata maupun singgungannya terpaksa berhenti atau tidak melakukan operasi selama terjadi aktivitas Gunung Agung.

Kunjungan pariwisata yang menurun bahkan tidak ada wisatawan yang datang sama sekali menjadikan pengusaha tersebut kesulitan melakukan produksi.

Kata dia, saat ini pengusaha yang di Bali menggunakan momentum 2018 untuk menormalkan lagi kondisi mereka. Kebanyakan dari pengusaha tersebut mulai beralih dari cara-cara konvensional ke pemanfaatan teknologi digital melalui e-commerce untuk menjual produk.

"Karena tidak ada tamu

(wisatawan) mereka manahan diri dan mayoritas berhenti sementara, mereka menahan diri supaya tidak terjadi pembelanjaan yang kurang produktif," katanya, Senin (19/2/2018).

Menurutnya, pada 2018 mulai banyak muncul pengusaha-pengusaha baru yang bergerak di bidang startup digital. Selain itu, juga ada potensi usaha bidang kuliner maupun fashion yang tetap memiliki potensi besar di Bali.

"Secara umum pada 2018 ada pergerakan naik, karena akhir tahun pertengahan 2017 masa mengalami musibah maka pengusaha tersebut berusaha mencari jalan keluar," katanya.

Adapun pertumbuhan jumlah pengusaha di Bali selama ini memang sedang merangkak naik. Di Komunitas TDA sendiri peningkatan jumlah pengusaha yang bergabung sejak 2011 hingga saat ini sudah mencapai 35%.

Menurutnya, peningkatan ini dikarenakan iklim usaha Bali yang cukup lagi. Apalagi Pemerintah saat ini gencar memberikan suntikan dana hibah maupun kredit.

"Karena pemerintah saat ini snagat mendukung kewirausahaan beda sama sebelumnya [saat baru merdeka] yang kita dididik hanya untuk menjadi pekerja, sekarang sudah banyak infrastruktur yang mendukung," sebutnya.

Tag : bali
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top