Survei Perpolitikan Indonesia: Metodologi Survei Terbaru Iluni UI Dinilai Tidak Jelas

Alumni UI Ade Armando mengemukakan hasil survei tersebut dinilai tidak dapat mewakili seluruh sikap alumni UI yang ada saat ini. Menurutnya, saat ini ada ratusan ribu orang yang telah menjadi alumni UI, sedangkan survei tersebut hanya mengambil sebanyak 20.000 responden untuk disurvei.
Sholahuddin Al Ayyubi | 18 Februari 2018 17:55 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat ketika ditemui wartawan usai acara Pengukuhan, di Wisma Proklamasi, Jakarta, Sabtu (17/2/2018). Bisnis.com - Agne Yasa

Kabar24.com, JAKARTA--‎Survei terbaru yang dilakukan Ikatan Alumni Universitas Indonesia, Iluni UI, tentang dinamika perpolitikan Indonesia dinilai tidak memiliki metode yang jelas. Akibatnya, hasil yang dikeluarkan juga tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Alumni UI Ade Armando mengemukakan hasil survei tersebut dinilai tidak dapat mewakili seluruh sikap alumni UI yang ada saat ini.‎ Menurutnya, saat ini ada ratusan ribu orang yang telah menjadi alumni UI, sedangkan survei tersebut hanya mengambil sebanyak 20.000 responden untuk disurvei.

"Sudah jelas kan, survei itu tidak bisa mewakili semua alumni UI. Lagipula metodologi yang digunakan juga salah itu, masa hanya mengandalkan data tahun 2015. Kan, alumni UI banyak sekali itu," tutur Ade kepada Bisnis, Minggu (18/2/2018).

Dia menduga survei yang dilakukan sejumlah Alumni UI tersebut, memiliki kepentingan politis, sehingga nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) paling tinggi dibandingkan dengan nama Joko Widodo untuk nama calon presiden 2019.

"Makanya kita agak curiga, apakah survei ini dijalankan dengan murni atau ada kepentingan tertentu. Saya menduga ini ada kepentingan politik di belakang surveinya," kata Ade.

Tag : capres, survei
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top