Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Tak Maksimal, Yohana Yembise Keluhkan Anggaran

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengeluhkan minimnya anggaran kementeriannya, sehingga upaya untuk menyelesaikan persoalan perempuan dan anak tidak optimal.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 12 Februari 2018  |  21:35 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6). - Antara/Sigid Kurniawan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengeluhkan minimnya anggaran kementeriannya, sehingga upaya untuk menyelesaikan persoalan perempuan dan anak tidak optimal.

Padahal, isu perempuan dan anak sampai ke pelosok negeri, sehingga jangkauan sosialisasinya perlu terus ditingkatkan. Hanya saja, untuk menjangkau masyarakat di pedesaan, pihaknya mengaku sulit untuk melakukannya.

“Mungkin masalah kita itu anggaran kecil, tidak seperti kementerian teknis lainnya,” tuturnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (12/2/2018).

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) sejauh ini mendapat pos anggaran sekitar Rp500 miliar. Dengan postur anggaran sebesar itu, lanjut Yohana, diperlukan waktu untuk mengatasi permasalahan perempuan dan anak.

Menanggapi persoalan gizi buruk di Asmat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk kepala daerah setempat. Lagi-lagi, karena terbatasnya anggaran, Yohana berpartisipasi mencari solusi lewat penelitian.

“Saya tidak bisa bicara masalah otonomi khusus. Hanya saja, dari apa yang kita lihat, penanganan masalah perempuan dan anak perlu ditingkatkan. Saya akan membuat penelitian terlebih dahulu.” tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top