STAIN AL-Fatah Jayapura Wisuda 27 Mahasiswa S2 Pendidikan Agama Islam Multikultur

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura mewisuda lulusan perdana Program Pascasarjana sebanyak 27 mahasiswa sebagai Magister Program Studi Pendidikan Agama Islam Multikultur.
Yodie Hardiyan | 08 Februari 2018 17:24 WIB
Ilustrasi - Antara/Yus

Bisnis.com, JAKARTA — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura mewisuda lulusan perdana Program Pascasarjana sebanyak 27 mahasiswa sebagai Magister Program Studi Pendidikan Agama Islam Multikultur.

Acara wisuda berlangsung di salah satu hotel di Jayapura, Papua. “Tugas dan tanggung jawab para lulusan sangat berat, di mana Anda harus mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh selama dua tahun ini kepada masyarakat di lingkungan sekitar,” kata Ketua STAIN Al-Fatah Jayapura Idrus Al-Hamid dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Agama seperti dikutip pada Kamis (8/2/2018).

Terlebih lagi, sambung Idris, lulusan S2 kali ini berasal dari Program Studi PAI Multikultur.

“Sesuai dengan Prodi tersebut, para lulusan juga diminta kecakapannya dalam menerapkan pendidikan agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang beragam etnis dan budaya di Papua khususnya,” ucapnya.

Menurut Idrus, dibutuhkan sikap yang toleran dan saling menghargai kemajemukan dalam mengaplikasikan keterampilan yang dimiliki agar memberi kontribusi positif kepada umat.

Menurutnya, wisudawan diharapkan tidak hanya bisa memberi karya kata, tapi yang lebih baik adalah membuat karya nyata.

Dia mengingatkan mahasiswa pascasarjana yang baru saja melaksanakan yudisium ini adalah lulusan S2 angkatan pertama dari Prodi PAI Multikultur. Maka, lanjutnya, para lulusan juga diharapkan dapat memberi citra yang baik kepada para generasi muda yang akan menempuh pendidikan magister berikutnya.

“Sekarang ini kita banyak melihat kabar dan info yang beraneka ragam di media sosial terkait masalah sosial keagamaan. Ada yang benar dan ada yang salah. Nah, salah satu tugas anda adalah memberi pemahaman yang baik kepada warga dan jangan ikut-ikutan menyebarkan info yang belum tentu benar,” tegasnya.

Tag : pendidikan islam
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top