Rumah Zakat Dampingi Pengungsi Rohingya Di Bangladesh

Rumah Zakat terus menggalang bantuan dari masyarakat Indonesia dan menyalurkannya kepada sekitar 800.000 orang pengungsi Rohingya di Bangladesh.
Nurudin Abdullah | 28 Januari 2018 18:37 WIB
Tim Kemanusiaan Rumah Zakat bersama sejumlah anak dari pengungsi Rohingya di Jamtoli Camp, Bangladesh, Minggu (28/1/2018) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Rumah Zakat terus menggalang bantuan dari masyarakat Indonesia dan menyalurkannya kepada sekitar 800.000 orang pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Chief Program Officer Rumah Zakat. Murni Alit Baginda, mengatakan hingga saat ini Tim Kemanusiaan Rumah Zakat masih berada di Bangladesh untuk membantu dan mendistribusikan bantuan bagi pengungsi Rohingya.

“Tim Kemanusiaan Rumah Zakat akan terus bertugas di Bangladesh sampai setahun ke depan, dan kami mengganti tim tersebut setiap 2 pekan,” katanya, Minggu (28/1/2018).

Menurutnya, sepanjang  2017, Rumah Zakat telah melakukan pendistribusian berbagai bantuan untuk warga Rohingya di Myanmar dan Bangladesh.

Dia menjelaskan bantuan yang telah disalurkan kepada pengungsi Rohingya antara lain berupa paket makanan untuk 88.155 jiwa, layanan kesehatan kepada 14.130 jiwa, dan sebanyak 3.350 paket water tank.

Serta hygiene kits dan pakaian untuk 1.600 jiwa, membangun shelter untuk 200 jiwa, pembuatan 10 unit toilet dan 20 unit water hand pump, serta pendirian 1 unit sekolah darurat.

Murni mengungkapkan  tahun ini Rumah Zakat melakukan program bantuan untuk pengungsi Rohingya yang segera akan hadir di antaranya berupa Mobile Clinic, bantuan medis, penyediaan dokter dan tenaga medis.

Kemudian pembangunan shelter baru, penyediaan air bersih, bantuan pangan, bantuan energi Solar cell untuk penerangan shelter, pendidikan Al Quran, dan perlengkapan sekolah Darurat.

Dia mengungkapkan Direktur Pemberdayaan Rumah Zakat, Perwakilan Kementerian Luar Negeri dan IHA berada di lokasi aktivitas klinik Indonesia di Jamtoli Camp yang dikunjungi Presiden Joko Widodo hari ini.

Tag : myanmar, zakat, bantuan sosial
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top