Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Menambang Cryptocurrency? Toko di Singapura Sediakan Alatnya

Sim Lim Square, pusat perbelanjaan elektronik di Singapura, menjadi tempat untuk mendapatkan perangkat menambang cryptocurrency.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 26 Januari 2018  |  16:15 WIB
Mata uang virtual Bitcoin - Reuters
Mata uang virtual Bitcoin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Pesatnya kenaikan popularitas mata uang virtual (cryptocurrency), membuat makin banyak pula orang yang tertarik untuk mendapatkan atau berinvestasi di dalamnya. Salah satunya dengan cara menambang (mining).

Seperti diketahui, menambang adalah satu dari dua cara untuk mendapatkan cryptocurrency. Selain menambang, investor dapat mendapatkannya dengan cara membeli mata uang virtual tersebut.

Menambang mata uang virtual, merupakan istilah untuk proses memecahkan kode transaksi terakhir. Biasanya setiap mata uang virtual memiliki jangka waktu yang berbeda dalam merilis kode tersebut. Bitcoin, yang merupakan cryptocurrency paling laris di dunia memiliki waktu 10 menit.

Sementara itu, proses penambangan sendiri membutuhkan perangkat dan sistem komputer yang kompleks serta tidak murah. Terkadang, para penambang harus merakit sendiri komputernya untuk melakukan penambangan.

Namun kini, para calon penambang tak perlu kerepotan untuk sekadar merakit komputer tersebut. Sebab, di Singapura, sejumlah toko dan mal telah menyediakan alat penambang siap pakai.

Dikutip dari Bloomberg, di Sim Lim Square, yang merupakan pusat perbelanjaan elektronik, dilaporkan setidaknya terdapat lima toko yang menjual alat penambang cryptocurrency.

              Perangkat 'menambang' Wilson Josup/ Bisnis/ Bloomberg

Laris Manis

Pemilik toko Wilson Josup mengaku menjual sekitar 10 mesin penambang dalam seminggu terakhir. Permintaan tersebut naik dari enam bulan lalu, ketika mereka menjual alat tersebut pertama kalinya. Kala itu dia mengaku setidaknya hanya mampu menjual satu hingga dua alat saja.

Dia mengaku, konsumennya cukup beragam dari segi umur. Mulai dari 20 tahun hingga pensiunan. Sebagian besar pelanggannya membeli alat penambang seharga 4.000 dolar Singapura  atau sekitar US$3.062 yang biasa digunakan untuk menambang Ethereum. Adapun Ethereum adalah cryptocurency dengan nilai kapiltasasi pasar terbesar kedua di dunia.

“Biasanya saya juga diminta untuk memindahkan alat penambang tersebut dari rumah pelanggan ke tempat khusus, karena alat tersebut tidak bisa disimpan di ruang yang terlalu panas,” kata Josup, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (26/1).

Berdasarkan testimonial para pelanggannya, hanya dengan membiarkan mesin penambang tetap hidup selama satu bulan penuh, bisa membuat mereka mendapatkan setidaknya  400 dolar Singapura per bulannya

Hal berbeda dialami oleh pemilik toko yang juga menjual alat penambang, yakni Trecia Tay. Dia mengaku belum mendapatkan satu pun pembeli. Namun, menurutnya, jumlah pengunjung yang menanyakan alat tersebut meningkat pesat selama sebulan terakhir. 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin

Sumber : bloomberg

Editor : Rahayuningsih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top