Iran Dilanda Unjuk Rasa, Dua Demonstran Tewas Tertembak

Iran Dilanda Unjuk Rasa, Dua Demonstran Tewas Tertembak
Newswire | 31 Desember 2017 17:29 WIB
Teheran - allworldtowns.com

Kabar24.com, DUBAI - Aksi unjuk rasa menjalar di ibu kota Iran. Protes-protes di jalan raya melanda Iran untuk hari ketiga pada Sabtu, menyebar ke ibu kota Teheran dan kerumunan massa bentrok dengan polisi, menyerang sejumlah gedung negara.

Sebuah laporan media sosial mengatakan dua pengunjuk rasa ditembak hingga mati di sebuah kota provinsi.

Gelombang demonstrasi antipemerintah, dipicu sebagian oleh kekecewaan atas kesulitan ekonomi dan dugaan korupsi, paling serius sejak pergolakan beberapa bulan pada tahun 2009 yang terjadi setelah terpilihnya kembali Presiden waktu itu Mahmoud Ahmadinejad yang menimbulkan perselisihan.

Protes-protes pada Sabtu, pada kenyataannya, bersamaan dengan pawai-pawai yang ditaja negara di seantero Iran untuk menandai penumpasan akhir pergolakan pada tahun 2009 oleh pasukan keamanan, dengan beberapa peristiwa propemerintah di Teheran dan Mashad, kota kedua Iran.

Pawai-pawai propemerintah berlangsung di 1.200 kota, menurut laporan televisi negara.

Pada saat yang sama beberapa unjuk rasa antipemerintah terjadi juga di sejumlah kota dan di Teheran untuk pertama kali. Para pemerotes bentrok dan melempari polisi anti huru-hara di sekitar universitas utama, dengan kerumunan massa propemerintah di dekatnya.

Video-video yang diunggah ke media sosial dari Dorud, kota di bagian barat, menunjukkan dua anak muda tergeletak di tanah tak bergerak, bersimbah darah, dan terdengar suara mereka ditembak hingga mati oleh polisi anti huru-hara yang menembaki para pengunjuk rasa.

Sejumlah pemrotes lain di video berteriak,"Saya akan bunuh siapa saja yang bunuh saudaraku!"

Video tersebut, seperti yang diunggah selama gelombang protes, tidak dapat segera diketahui apakah otentik atau tidak.

Dalam tayangan sebelumnya, para pengunjuk rasa di Dorud berteriak,"Matilah diktator," merujuk kepada Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.

Video media sosial dari Mashad memperlihatkan para pengunjuk rasa membalikkan sebuah mobil polisi dan motor-motor polisi dibakar.

Di Teheran, kantor berita semi resmi Fars melaporkan hingga 70 mahasiswa berkumpul di depan universitas utamanya dan melempar kayu-kayu ke arah polisi, juga meneriakkan,"Matilah diktator."

Foto di media sosial menunjukkan polisi anti huru-hara yang menggunakan pentungan membubarkan para pemrotes yang berpawai di jalan-jalan terdekat, dan menahan beberapa di antara mereka.

Kantor berita mahasiswa ISNA melaporkan polisi menutup stasiun metro untuk mencegah lebih banyak pengunjuk rasa berdatangan.

Di Teheran dan Karaj, sebelah barat ibu kota, para pemrotes memecahkan kaca-kaca jendela di gedung-gedung negara dan membakar berbagai benda di jalan-jalan.

Brigadir Jenderal Esmail Kowsari, deputi kepala keamanan Garda Revolusi di Teheran, mengatakan situasi di ibu kota terkendali dan memperingatkan para pemerotes akan menghadapi "tindakan keras" jika huru-hara masih tetap berlangsung.

"Jikalau orang-orang turun ke jalan-jalan karena harga-harga tinggi, mereka hendaknya tidak meneriakkan slogan-slsogan (anti pemerintah) dan membakar properti publik dan mobil-mobil," kata Kowsari kepada ISNA.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : iran
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top