Penyerangan Novel Baswedan: Wadah Pegawai KPK Minta Presiden Turun Tangan

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi meminta Presiden Joko Widodo mempercepat dan menyelesaikan penyelidikan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Aulia, perwakilan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan bahwa ancaman terhadap Novel Baswedan bisa terjadi pada siapa saja di KPK, termasuk kepada para pimpinan lembaga tersebut.
MG Noviarizal Fernandez | 29 Desember 2017 22:58 WIB
Novel Baswedan - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi meminta Presiden Joko Widodo mempercepat dan menyelesaikan penyelidikan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Aulia, perwakilan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan bahwa ancaman terhadap Novel Baswedan bisa terjadi pada siapa saja di KPK, termasuk kepada para pimpinan lembaga tersebut.

“Bisa saja terjadi ke Pak Laode, Pak Agus, Pak Saut, Ibu Basaria atau Pak Alex, atau pegawai KPK lainnya,” ujarnya, Jumat (29/12/2017).

Penyerangan itu, pasalnya bisa terjadi karena di masa mendatang, kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK bakal semakin berat karena berhadapan langsung dengan para koruptor yang sering melakukan serangan balik.

Karena itulah, Wadah Pegawai KPK dengan tegas meminta Presiden Joko Widodo turut andil mendorong percepatan penyelidikan guna mengungkap siapa pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan sehingga menyebabkan penyidik senior tersebut harus menjalani perawatan mata di Singapura hingga saat ini.

Novel diserang oleh orang tidak dikenal dengan cara menyiramkan air keras ke wajah mantan polisi tersebut pada 11 April 2017 di sekitar rumahnya. Sehari kemudian, dia diterbangkan ke Singapura untuk menjelanai perawatan intensif.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa lembaga itu masih terus menunggu perkembangan dari proses pencarian dua orang yang sketsa wajahnya telah diumumkan oleh Polda Metro Jaya. Lembaga antirasuah berharap pelaku ditemukan dan diproses serta peristiwa penyerangan dapat segera diungkap agar teror, ancaman dan serangan terhadap pihak-pihak yang memberantas korupsi tidak terjadi lagi di masa mendatang.

 

Tag : novel baswedan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top