Trump Perintahkan Kedubes Dipindah ke Yerusalem, Menlu AS Membangkang

Berbeda dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan segera memindahkan kedutaan besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, Menteri Luar Negeri Rex W. Tillerson malah menyatakan kedutaan besar AS di Israel tidak akan cepat-cepat dipindahkan ke Yerusalem, namun kerangka waktunya paling lambat 2020.
Newswire | 13 Desember 2017 12:41 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson - Reuters

Kabar24.com, WASHINGTON - Berbeda dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan segera memindahkan kedutaan besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, Menteri Luar Negeri Rex W. Tillerson malah menyatakan kedutaan besar AS di Israel tidak akan cepat-cepat dipindahkan ke Yerusalem, namun kerangka waktunya paling lambat 2020.

"Saat ini belum akan terjadi apa-apa. Kemungkinan besar paling cepat tiga tahun, dan itu pun sangat ambisius," kata Tillerson seperti dikutip laman New York Times.

Pekan lalu Trump sudah resmi mengakui Yerusalem ibu kota Israel. Dia tidak menandatangi memo yang membuatnya bisa menangguhkan pemindahan kedubes AS di Israel ke Yerusalem yang menandakan dia ingin segera memindahkan kedubesnya itu,

Tetapi para pejabat pemerintahan AS mengatakan ada alasan fungsional dan logistik bahwa AS tidak bisa membuka kedubes baru dalam waktu dekat ini.

Tillerson yang pernah mengatai Trump "moron" atau tolol, saat ini terancam dipecat oleh Trump. Dia bakal digantikan Mike Pompeo, mantan anggota Kongres yang kini menjadi direktur CIA.

Sumber : Antara

Tag : Yerusalem
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top