Ini Alasan Pelaku Percobaan Bom Bunuh Diri New York Memilih Lokasi Aksi

Akayed Ullah, pria kelahiran Bangladesh yang mencoba melakukan serangan bom bunuh diri di dekat Port Authority Bus Terminal, Manhattan, New York, pada Senin (11/12) waktu setempat, dikabarkan memilih lokasi tersebut karena poster bertemakan Natal.
Renat Sofie Andriani | 13 Desember 2017 07:35 WIB
Petugas Polisi Negara Bagian New York berjaga di dekat Terminal Bus Otoritas Pelabuhan setelah ada ledakan di New York - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Akayed Ullah, pria kelahiran Bangladesh yang mencoba melakukan serangan bom bunuh diri di dekat Port Authority Bus Terminal, Manhattan, New York, pada Senin (11/12) waktu setempat, dikabarkan memilih lokasi tersebut karena poster bertemakan Natal.

Menurut mantan pejabat NYPD Bill Bratton dan beberapa laporan media, Ullah diyakini telah terinspirasi oleh kelompok teroris ISIS. Ullah mengatakan kepada penyidik bahwa dia meledakkan bom tersebut sebagai pembalasan atas tindakan Israel di Gaza.

Pria berusia 27 tahun itu dikatakan marah atas pembunuhan terhadap muslim di seluruh dunia. Ia melihat propaganda ISIS secara online dan mempelajari sendiri cara membuat bahan peledak.

Kepada para penyidik, ia mengatakan memilih lokasi tersebut karena poster bertemakan Natal yang mengingatkan serangan di Eropa terhadap pasar Natal.

Aksinya itu juga dilakukan sebagai pembalasan atas serangan udara AS dengan target ISIS di Suriah dan sejumlah tempat lain, seperti diinformasikan beberapa penegak hukum.

Ia diketahui pindah ke Amerika Serikat (AS) tujuh tahun lalu dengan visa keluarga dan pernah bekerja sebagai sopir limusin. Inspektur Jenderal Kepolisian Bangladesh, A K M Shahidul Hoque mengatakan Ullah berasal dari distrik Chittagong di Bangladesh tenggara dan terakhir mengunjungi negara tersebut pada 8 September. Dia juga memiliki catatan kriminal di Bangladesh.

Insiden yang terjadi pada Senin pagi di tengah kesibukan warga New York tersebut tertangkap oleh video keamanan.

Video yang dipos di NYPost.com menunjukkan asap hitam dan seorang pria berbaring di lorong. Ada pula foto yang menunjukkan seorang pria terbaring telungkup, dengan pakaian compang-camping dan luka bakar di badannya.

Sejumlah saksi mata mengatakan ledakan tersebut menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi. Empat orang dilaporkan terluka, termasuk Ullah yang saat ini dalam kondisi luka serius.

Dilansir Business Insider, sejumlah laporan menunjukkan bahwa bom tersebut kemungkinan telah meledak sebelum waktunya. Wali kota New York Bill de Blasio mengatakan bahwa Ullah tidak berhasil mencapai tujuan akhirnya.

“Ini adalah percobaan serangan teroris,” kata Wali kota New York City Bill de Blasio dalam suatu konferensi pers di lokasi kejadian.

Menyusul kejadian ini, Presiden Donald Trump mengatakan adanya kebutuhan mendesak bagi Kongres untuk memberlakukan undang-undang reformasi imigrasi guna mencegah hal serupa terjadi kembali.

Dalam sebuah pernyataan, Trump mengatakan tersangka telah memasuki AS dengan visa imigran keluarga, dan mendapat manfaat dari kebijakan AS yang dikenal sebagai migrasi berantai. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sesuai dengan keamanan nasional.

 

Tag : new york, bom bunuh diri
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top