Pangeran Harry dan Meghan Markle Menikah Musim Semi Tahun Depan

Pangeran Harry, cucu Ratu Elizabeth II dan pewaris tahta kelima Kerajaan Inggris, resmi bertunangan dengan aktris kelahiran Los Angeles, AS, Meghan Markle (36 tahun).
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 November 2017 10:00 WIB
Pangeran Harry bertunangan dengan Meghan Markle - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA – Pangeran Harry, cucu Ratu Elizabeth II dan pewaris tahta kelima Kerajaan Inggris, resmi bertunangan dengan aktris kelahiran Los Angeles, AS, Meghan Markle (36 tahun).

Seperti dilansir New York Times, pertunangan tersebut dikabarkan oleh akun Twitter keluarga kerajaan, Clarence House, pada hari Senin, (27/11), waktu London. Mereka juga mengabarkan bahwa Pangeran Harry dan Markle rencananya akan menikah pada musim semi tahun depan.

Pertunangan Pangeran Harry dan Markle ini menggarisbawahi pergeseran di kerajaan Inggris dari institusi konservatif ke era yang lebih modern. Mereka menjadi bagian dari generasi baru bangsawan yang ingin memproyeksikan diri mereka sebagai pribadi yang inklusif dan merakyat.

Pergeseran tersebut telah terjadi pada keluarga kerajaan sebelumnya, termasuk Duke dan Duchess of Cambridge, Pangeran William dan Kate Midleton, dalam beberapa tahun terakhir mencoba terhubung lebih baik dengan publik. Ini menandai perbedaan yang mencolok dari generasi sebelumnya, yang telah mempertahankan gaya yang jauh lebih tradisional.

Pangeran Harry dan Markle akan diberi gelar Duke and Duchess of Sussex setelah mereka menikah, meskipun Markle nantinya lebih dikenal secara informal sebagai Putri Meghan. Jika Pangeran Harry menolak pemberian gelar tersebut, dia akan tetap menjadi Pangeran Henry dari Wales, nama resminya.

Pasangan ini telah berpacaran lebih dari satu tahun, dan melakukan kencan resmi pertama mereka pada bulan September di Toronto dalam acara Invictus Games, sebuah kompetisi bergaya Paralimpik untuk anggota militer dan veteran.

Hubungan Pangeran Harry dan Markle telah menjadi perhatian publik sejak lama. Pengumuman pertunangan mereka mengakhiri spekulasi oleh media Inggris, yang beberapa di antaranya sempat mencoba menemukan hubungan kerajaan dengan Ms. Markle.

Namun, cerita lain tentang etnisitas dan latar belakang Markle telah menarik perhatian dari keluarga kerajaan. Ibu Markle adalah seorang instruktur yoga berkulit hitam dan ayahnya seprang sinematografer kulit putih. Pangeran Harry sendiri mengeluarkan sebuah pernyataan yang tidak biasa tahun lalu, dengan menegur nada rasial dari liputan berita mengenai Markle.

Pernyataan publik Pangeran Harry tahun lalu untuk membela Markle juga secara efektif mengkonfirmasi hubungan mereka, sekaligus mengincar surat kabar Inggris yang telah lama mencari berita tentang keluarga kerajaan dan kelemahan mereka.

Sebelumnya, dalam wawancara pertama mereka sejak pengumuman hubungan keduanya, Markle mengungkapkan bahwa dia hanya memiliki sedikit pemahaman tentang keluarga kerajaan Inggris serta pengaruhnya.

"Saya tidak tahu banyak tentang dia (Pangeran Harry)," katanya kepada BBC, menambahkan bahwa keduanya dipertemukan dengan kencan buta oleh seorang teman.

"Satu-satunya yang saya tanyakan kepada teman saya adalah, 'Apakah dia baik?'"

Sementara itu, Pangeran Harry mengatakan bahwa dia mencoba menyiapkan mental Markle terhadap serangan investigasi dari media. "Saya mencoba untuk memperingatkanmu sebanyak mungkin," katanya kepada Markle. Namun, keduanya benar-benar terkejut dengan media. “Kami sama sekali tidak siap," lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai bagaimana Merkle digambarkan oleh beberapa media di Inggris, dia menjawab: "Pada akhirnya, saya bangga dengan siapa diri saya dan dari mana saya," tambahnya.

Orangtua Markle, Doria Ragland dan Thomas Markle, mengatakan bahwa mereka sangat bahagia pada putri mereka dan Pangeran Harry.

Markle menggambarkan dirinya sebagai orang dengan ras ganda. Dia lulus dari Northwestern University di Illinois pada tahun 2003, dan sempat menikah pada tahun 2011 sebelum bercerai dua tahun kemudian.

Ini bukanlah yang pertama di mana keluarga kerajaan Inggris dengan menjalin hubungan dengan pasangan dari AS yang telah menikah sebelumnya.

Raja Edward VIII menyebabkan krisis konstitusional pada tahun 1936 sebelum dia turun tahta untuk menikahi tokoh sosialis asal Amerika, Wallis Simpson, yang sudah bercerai. Gereja Inggris pada saat itu menentang pernikahan tersebut, dan raja memilih cinta di atas kerajaannya. Saudaranya, Raja George VI, kemudian menggantikannya tahta.

Reputasi Pangeran Harry sendiri telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di masa mudanya, dia mengaku ingin menjadi "anak nakal", tapi dia telah muncul sebagai anggota kerajaan Inggris yang paling populer.

Sebagai pemuda yang ‘pemberontak’, dia sering berpesta, termasuk pesta di tahun 2005, saat dia mengenakan kostum Nazi dengan ban lengan swastika, beberapa minggu sebelum neneknya, Ratu Elizabeth II, dijadwalkan memimpin upacara peringatan Holocaust.

Pada tahun 2009, muncul sebuah rekaman video yang memperlihatkan dirinya menggunakan hinaan rasial dalam tur pertamanya di Afghanistan. Dalam rekaman tersebut, dia terlihat berkata pada pada seorang anggota pleton Pakistan sebagai "teman kecil Paki kami" dan memanggil tentara lain sebagai "kepala penjara." Dia kemudian meminta maaf.

Namun, ia telah berubah sejak masa-masa tersebut, menurut seorang pembelanya, dan menjadi pembicara untuk kesadaran kesehatan mental. Dia juga berbicara secara terbuka mengenai kesulitan yang dia hadapi setelah kematian Putri Diana.

Dalam kegiatan yang tidak biasa dari protokol istana, dia membocorkan surat kabar bahwa dia telah menderita bertahun-tahun sejak kematian ibunya, sebelum akhirnya mendapat pertolongan tiga tahun yang lalu atas desakan Pangeran William.

Pada 2016, dia melakukan tes H.I.V. dan menyiarkannya secara langsung pada halaman Facebook-nya untuk mempromosikan pentingnya pengetesan terhadap virus yang menyebabkan AIDS tersebut.

Tahun ini, dia mengatakan bahwa tidak ada keluarga kerajaan yang benar-benar ingin duduk di atas takhta. "Kami terlibat dalam modernisasi monarki Inggris. Kami tidak melakukan ini untuk diri kita sendiri tapi untuk kebaikan orang lain," katanya dalam sebuah wawancara dengan Newsweek, seperti dikutip New York Times.

Pengumuman pertunangan itu segera diikuti dengan ucapan selamat dari Ratu Elizabeth dan suaminya, Pangeran Philip, yang baru saja merayakan 70 tahun pernikahan. Pasangan tersebut mengatakan bahwa mereka senang dan berharap Pangeran Harry dan Markle selalu mendapat kebahagiaan.

Pangeran Charles, ayah Harry, mengatakan bahwa ia "senang, sementara Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertunangan tersebut menandai sebuah perayaan dan kegembiraan besar.

Pangeran William dan Catherine, yang dikenal sebagai Kate Middleton, mengatakan bahwa mereka sangat gembira untuk Harry dan Meghan. Tanggal pernikahan Pangeran Harry dan Nona Markle akan berlangsung dekat dengan acara kerajaan lainnya, kelahiran anak ketiga William and Kate pada bulan April.

Tag : kerajaan inggris, pangeran harry
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top