Gunung Agung Status Awas, Radius 10 Km Dikosongkan

Erupsi Gunung Agung terus meningkat dari fase freatik ke magmatik disertai kepulan abu tebal terus menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak.
Ema Sukarelawanto | 27 November 2017 09:28 WIB
Asap kelabu menyembur dari puncak Gunung Agung, terpantau dari Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (21/11). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Kabar24.com, DENPASAR - Erupsi Gunung Agung terus meningkat dari fase freatik ke magmatik disertai kepulan abu tebal terus menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak.

Peningkatan fase freatik ke magmatik terjadi sejak terjadinya sinar api di puncak pada Sabtu (25/11/2017) pukul 21.00 WITA.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kepulan abu yang terus-menerus terkadang disertai erupsi eksplosif dan suara dentuman lemah yang terdengar sampai jarak 12 km dari puncak.

“Sinar api semakin sering teramati di malam hari berikutnya. Ini menandakan potensi letusan yang lebih besar akan segera terjadi,” katanya dikutip dari rilis, Senin (27/11/2017).

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan dan risiko bencana maka PVMBG telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) terhitung mulai Senin (27/11/2017) pukul 06.00 WITA. Status Awas adalah status tertinggi dalam status gunungapi.

Pos pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem melaporkan bahwa secara visual gunung jelas. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500-3.000 m di atas puncak kawah.

Baca juga: Trump Serang CNN

Kata dia teramati letusan dengan tinggi 3000 m dan warna asap kelabu. Terlihat sinar api. Tremor non harmonik menerus amplitudo 1-10 mm (dominan 1-2 mm).

Dia meminta warga di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Barat daya sejauh 10 km dari kawah G. Agung.

Dijelaskan pula zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis, terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung terkini.

Masyarakat yang berada di dalam radius 8 km dan peluasan 10 km diimbau untuk segera mengungsi dengan tertib dan tenang. Sebagian masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri sejak Sabtu (25/11/2017) malam menyusul erupsi Gunung Agung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top