Rakernas Nasdem: Ramai Pemilu, Presiden Ingin Suasana Tenang

Presiden Joko Widodo menginginkan suasana tetap tenang selama perhelatan pemilu kepala daerah, pemilu legislatif, dan pemilu presiden berlangsung 2 tahun ke depan.
Newswire | 15 November 2017 23:55 WIB
Presiden Joko Widodo berbicara pada Rakernas Partai Nasdem pada Rabu (15/11/2017) di Jakarta. - Antara/Reno Esnir

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menginginkan suasana tetap tenang selama perhelatan pemilu kepala daerah, pemilu legislatif, dan pemilu presiden berlangsung 2 tahun ke depan.

"Sebentar lagi akan ada Pilkada, Pilpres, dan Pilleg. Kita ingin suasana di negara ini harus tetap tenang," kata Presiden saat memberi arahan pada acara pembukaan Rakernas IV dan Perayaan HUT keenam Partai Nasdem di Jakarta pada Rabu (15/11/2017) malam.

Presiden menekankan masyarakat tidak boleh terganggu oleh adanya proses demokrasi yang berlangsung. Dengan demikian, lanjutnya, kegiatan perekonomian juga dapat berjalan dengan baik.

"Ekonomi jangan terganggu karena pilkada, karena pilpres. Kalau rakyat senang dan tenang kita semua juga bisa terus bekerja membangun negara ini, kerja memenuhi kebutuhan rakyat. Karena kerja untuk rakyat adalah sebuah kampanye yang baik," jelas Presiden.

Terkait dengan pembangunan, Kepala Negara mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi sangat besar baik dari sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Namun, kata dia, patut disadari juga bahwa Indonesia saat ini sudah ditinggalkan oleh para negara tetangga.

Menurut dia, jika kita tidak cepat berlari, mengubah etos kerja, pola pikir, produktivitas serta kedisiplinan, maka tidak akan bisa mengejar ketertinggalan.

"Kita membangun infrastruktur, karena dalam kompetisi, bersaing tanpa infrastruktur tidak mungkin. Ini fundamental, pondasi kita untuk memenangkan persaingan dan kompetisi, bukan untuk yang lain-lain," ujar Jokowi, yang secara resmi kembali diusung Nasdem sebagai calon Presiden periode mendatang.

Sumber : Antara

Tag : joko widodo, nasdem, pilkada, Pilpres 2019
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top