Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Survei Populi Center: Politik Identitas di Pilkada Jabar Tak Akan Menonjol

Isu suku, agama, dan ras (SARA) begitu mendominasi wacana kontestasi pemilihan gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Hal itu dikhawatirkan terjadi pula di pilkada serentak 2018 termasuk Jawa Barat yang akan berdampak negatif pada demokrasi di Indonesia.
Hasil survei Indo Barometer tentang calon gubernur Jabar, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/11)./ANTARA-Novrian Arbi
Hasil survei Indo Barometer tentang calon gubernur Jabar, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/11)./ANTARA-Novrian Arbi

Kabar24.com, JAKARTA — Politik identitas di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Barat dinilai tak akan keras seperti yang terjadi di pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, isu suku, agama, dan ras (SARA) begitu mendominasi wacana kontestasi pemilihan gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Hal itu dikhawatirkan terjadi pula di pilkada serentak 2018 termasuk Jawa Barat yang akan berdampak negatif pada demokrasi di Indonesia.

Direktur Riset Populi Center Usep S. Ahyar mengatakan, politik identitas yang destruktif di Jawa Barat bisa saja terjadi tergantung calon yang dipasangkan untuk mengikuti pilkada tersebut.

“Kalau pasangannya kedua-duanya nasionalis versus pasangan yang kedua-duanya dari kalangan religius, politik identitas seperti di Jakarta sangat mudah dimainkan, tapi tidak akan separah di Jakarta. Tapi kalau pasangannya di campur ada dari calon nasionalis dan wakilnya dari kalangan relijius kemungkinannya kecil,” ujarnya, rabu (8/11/2017). 

Dia menyebut, kontestasi di Jawa Barat akan berlangsung sengit. Pasalnya, Jawa Barat dari sisi suara sangat menentukan karena sebagai provinsi dengan pemilih terbesar di Indonesia. Hal itu pun akan sangat berpengaruh pada pemilu presiden 2019.

Dia mencontohkan, pada pemilu presiden 2014, sebanyak 14 juta pemilih di Jawa Barat memilih Prabowo Subianto dan 9 juta di antaranya ke Joko Widodo. Hal itu menurutnya tak terlepas dari faktor Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dari PKS yang memberikan dukungannya ke Prabowo,

“Ke depan pun siapa yang jadi gubernur akan berpengaruh di pilpres. Jadi tawar menawarnya parpol di pilkada Jawa Barat satu paket dengan pemilu presiden,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper