Jabarkan Roadmap China 2050, Xi Jinping Ingatkan Tantangan Berat

Presiden China Xi Jinping memperingatkan tantangan berat saat menjabarkan peta jalan untuk mengubah China menjadi kekuatan global terbesar pada tahun 2050 dalam pidatonya pada pembukaan Kongres Partai Komunis China
Aprianto Cahyo Nugroho | 18 Oktober 2017 12:49 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping (kedua kanan) menyaksikan penandatanganan perjanjian fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional China Hu Huaibang, di Gedung Great Hall of the People, Beijing, China, Minggu (14/5). - Antara/Bayu Prasetyo

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden China Xi Jinping memperingatkan tantangan berat saat menjabarkan peta jalan untuk mengubah China menjadi kekuatan global terbesar pada tahun 2050, dalam pidatonya pada pembukaan Kongres Partai Komunis China.

Dalam sebuah pidato yang berlangsung selama lebih dari tiga jam pada Rabu, (18/10/2017), Xi Jinping menyatakan kemenangan atas banyak masalah yang sulit dan menghambat China sejak dirinya berkuasa pada tahun 2012.

Dia mengatakan China akan terus membuka pintu untuk bisnis asing, mempertahankan diri dari risiko sistemik, memperdalam reformasi perusahaan negara, memperkuat regulasi sektor keuangan, serta meningkatkan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

"Saat ini China dan dunia berada di tengah perubahan besar yang kompleks. China masih dalam periode penting peluang strategis untuk pembangunan. Prospeknya cerah, tapi tantangannya sangat besar," ungkap Xi JInping dalam pidatonya, seperti dikutip Bloomberg.

Yang jadi pertaruhan besar di China saat ini adalah apakah Xi mampu mengumpulkan cukup kekuatan untuk mendorong reformasi karena negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut sedang menghadapi tantangan struktural selama lima tahun ke depan.

Pada saat yang sama, Xi berusaha meningkatkan pengaruh China secara global dengan belanja infrastruktur sambil berusaha menghindari konflik dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai Korea Utara.

Reaksi pasar terhadap pidato Xi cenderung minim, dengan indeks Shanghai Composite menguat 0,3% pada pukul 11.30 waktu setempat, sementara yuan naik 0,2% terhadap dolar.

"Kami memiliki cetak biru yang cukup jelas tentang ekonomi politik Xi Jinping, dengan BUMN yang sangat kuat dan memainkan peran besar dalam menopang pertumbuhan," ungkap Jude Blanchette, direktur engagement di Conference Board’s China Center, seperti dikutip Bloomberg.

Disisi lain, walaupun pertumbuhan ekonomi telah mengejutkan pada kuartal ketiga, perusahaan BUMN tidak efisien dan hutang korporasi yang membengkak menimbulkan ancaman terhadap stabilitas ekonomi.

Tahun lalu, China mencatat pertumbuhan tahunan yang paling lambat dalam sekitar seperempat abad terakhir, sementara S&P Global Ratings bulan lalu memangkas peringkat utang China untuk pertama kalinya sejak 1999.

Pidato Xi, yang secara resmi dikenal sebagai laporan kerja partai, juga membahas bagian mengenai politik, ekonomi, pertahanan nasional, kebijakan luar negeri, serta Hong Kong dan Taiwan.

Tag : china, xi jinping
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top