Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Milenial Pengutang Terbesar di Perusahaan Pembiayaan Milik Jack Ma

Di tengah meningkatnya permintaan dari kalangan milenial China yang terbatas secara ekonomi, sejumlah perusahaan seperti Ant Financial yang didirikan oleh miliuner pendiri Alibaba, Jack Ma, memperluas layanan kredit konsumennya.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 17 Oktober 2017  |  16:52 WIB
Milenial Pengutang Terbesar di Perusahaan Pembiayaan Milik Jack Ma
Generasi milenial China. - Istimewa
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Di tengah meningkatnya permintaan dari kalangan milenial China yang terbatas secara ekonomi, sejumlah perusahaan seperti Ant Financial yang didirikan oleh miliuner pendiri Alibaba, Jack Ma, memperluas layanan kredit konsumennya.

Perusahaan ini mengemas utang konsumennya menjadi produk finansial kompleks yang kemudian dijual kepada investor dalam bentuk sekuritas berbasis keuangan. Berdasarkan data yang dikutip dari Bloomberg, Selasa (17/10/2017).

Pada tahun ini, Ant Financial menjual sekuritas berbasis aset sedikitnya 149 yuan atau US$ 23 miliar. Namun, praktik baru ini menuai bendera merah dari para analis yang mengatakan mereka membutuhkan transparansi terkait bagaimana sekuritas yang disebut ABS ini dibentuk.

Senior Vice President Moody Hong KongJerome Chang menyebut ada sejumlah pertanyaan yang perlu di jawab terkait produk sekuritas bertipe ABS ini.

"Apa saja kriteria yang bisa menjadi dasar bagi pemberi pinjaman untuk bisa memutuskan mengabulkan pernohonan pinjaman yang sebagian besar milenial? Bagaimana pemberi pinjaman bisa mengumpulkan informasi terkait peminjam? Hingga seburuk apakah kinerja piutang yang mendasari jika keadaan ekonomi mengalami kesulitan?" kata Jerome.

Pertanyaan

Seringkali, perusahaan keuangan, termasuk yang dijalankan oleh peritel JD.com Inc, mengumpulkan dan untuk menyalurkan pinjaman dengan cara menerbitkan ABS yang terikat dengan pinjaman itu sendiri.

Miuki Wang, seorang mahasiswa pascasarjana di Shanghai, diberi sejumlah pertanyaan hanya dalam hitungan detik ketika mengajukan pinjaman sebesar 10.000 yuan untuk membiayai perjalanannya ke London pada musim panas ini.

Semua pertanyaan tersebut disampaikan dan dijawab melalui aplikasi yang dipasang pada ponsel pintarnya. Ant Financial kemudian menyetujui pengajuan pinjamannya dengan bunga 14,6% per tahun melalui layanan pinjaman berbasis mobile bernama Jiebei.

Wang kemudian melunasi utangnya pada September dan berencana untuk kembali mengajukan pinjaman online.

"Uang akan mengalami penurunan nilai seiring waktu, kenapa tidak dipakai saja sekarang?" katanya.

Kredit Melonjak

Konsultan Lokal IResearch mengetimasi jumlah kredit konsumen di China akan melonjak hingga 41 triliun yuan pada 2019 dari 19 triliun yuan pada 2015.

Produk sekuritas yang mengikat kewajiban semacam ini bertujuan untuk menyebar risiko ke berbagai investor berbeda.

Perusahaan teknologi tersebut tidak diperkenankan untuk mengumpulkan deposito seperti yang dilakukan oleh perbankan. Dengan demikian ABS yang pada umumnya dijual melalui skema private placement ke investor institusional menjadi solusi untuk mengumpulkan dana.

Berdasarkan data Bloomberg, produk ABS terbaru yang dikeluarkan oleh Ant Financial yang didukung dengan pinjaman melalui layanan Jievei menawarkan kupon sebesar 5.5% bagi tranche senior.

ABS mearik perhatian pengawasan global setelah krisis 2008 lalu ketika kinerja pinjaman yang disalurkan bagi pinjaman perumahan subprima di Amerika memburuk. Sejak 2012, China dengan penuh kehati-hatian menghidupkan kembali layanan produk ini.

"Untuk jangka pendek, risiko default konsumen ABS terbilang sangat rendah karena objek yang mendasari transaksi terdiri atas sejumlah pinjaman dalam jumlah kecil," kata Zuo Fei, Direktur Eksekutif dan Kepala Grup ABS di Divisi Investasi Perbankan China Merchants Securities Co.

"Produk ABS ini aman, kecuali jika terjadi risiko sistemik dalam ekonomi dan menyebabkan gagal bayar dalam skala besar dalam kredit konsumen.

Model Risiko

Perusahaan yang secara resmi bernama Zhejiang Ant Small & Micro Financial Services Group Co ini telah mengembangkan lebih dari 100 prediksi risiko dan lebih dari 3.000 strategi kontrol untuk pinjaman.

Moody's mengestimasi dalam laporannya pada Agustus bahwa nilai kredit konsumen yang disalurkan oleh Ant Financial per 31 Maret mencapai 200 miliar yuan.

"Kami menganalisis kredit klien secara komprehensif dan secara efektif menerapkan manajemen risiko untuk mengontrol rasio kredit bermasalah. Ant Financial mematuhi peraturan terkait dalam hal penyampaian informaai kepada investor dengan ketat," kata perusahaan tersebut.

Menurut Deputy Director National Institute of Financial Research di Tsinghua University platform internet yang menjual ABS tidak benar-benar memiliki protokol manajemen risiko yang penting.

"Kurangnya informasi dalam ABS merupakan kekhawatiran yang realistis karen para investor sevenarnya berinvestasi dalam kelayakan mredit pemerintah dan bukan pada dasar-dasar ksamanan tertentu," kata Zhu, penulis China's Guaranted Bubble: How Implicit Government Support Has Propelled China's Economy While Creating Systemic Risk.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jack ma
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top