Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Khofifah Bisa Imbangi Gus Ipul

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memiliki peluang mengimbangi Saifullah YusufAbdullah Azwar Anas dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 asalkan sanggup menggerakkan mesin politik dan mencari pendamping ideal.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 16 Oktober 2017  |  22:09 WIB
Khofifah Bisa Imbangi Gus Ipul
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memiliki peluang mengimbangi Saifullah Yusuf–Abdullah Azwar Anas dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 asalkan sanggup menggerakkan mesin politik dan mencari pendamping ideal.

Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) Hotman Siahaan mengingatkan bahwa Khofifah memiliki jaringan kuat di basis massa perempuan Jatim. Perempuan kelahiran Surabaya itu masih memimpin Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan berpengaruh hingga organisasi Fatayat NU.

“Khofifah punya mesin politik yang solid. Tiap minggu Muslimat dan Fatayat itu ada pengajian. Partai saja tidak bisa mengumpulkan anggotanya tiap minggu,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (16/10/2017).

Selain perempuan, Hotman mengatakan Khofifah juga mendapatkan dukungan para kiai senior NU. Buktinya, kemarin para kiai pendukung Khofifah berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, guna menyusun kekuatan menghadapi Gus Ipul-Azwar Anas yang juga merupakan warga nahdliyin.

“Perkiraan saya NU pecah dengan kumpul-kumpulnya kiai di tempat Gus Sholah [Sholahuddin Wahid] itu,” ujar Hotman.

Di samping jaringan NU, Khofifah juga bisa memobilisasi kekuatan dari sosok calon wakilnya. Menurut Hotman, Khofifah dapat mencari tandem asal wilayah Mataraman yang tidak terwakili dalam konfigurasi calon usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Jatim, kata dia, secara sosiologis-kultural terbagi dalam wilayah Mataraman dan Tapal Kuda. Berkaca dari dua kontestasi sebelumnya, pasangan pemimpin ideal di provinsi paling timur Pulau Jawa itu adalah nasionalis dan religius.

“Kalau Khofifah bawa orang Mataraman, pasti seru Pilgub 2018. Bisa ketat hasilnya,” kata Hotman.

Sampai saat ini, dukungan resmi buat Khofifah baru berasal dari Golkar dan Nasdem. Kedua partai hanya memiliki 15 kursi di Dewan Perwakilan Daerah Jatim alias kurang lima kursi sebagai syarat minimal mengajukan cagub dan cawagub.

Hotman memperkirakan Partai Demokrat sebagai pemilik 13 kursi DPRD Jatim bakal merapat ke Khofifah sehingga koalisi menggenggam 28 kursi. Menurutnya, kecil kemungkinan bagi Demokrat untuk memberikan dukungan bagi calon asal PDIP karena riwayat perseteruan dua elitenya.

Partai Mercy juga mengkalkulasi tidak mendapatkan keutungan berarti bila hanya menjadi pendukung Gus Ipul-Azwar Anas. Apalagi, Demokrat masih ingin melanjutkan estafet Jatim-1 dari Gubernur Soekarwo yang merupakan kadernya.

Hotma mengatakan apabila koalisi yang dimotori Golkar-Demokrat ini terbentuk maka langkah mereka selanjutnya adalah mencari cawagub. Sebagai partai nasionalis maka keduanya dipastikan menyodorkan calon asal Mataraman sebagai pendamping Khofifah.

“Soal calon mungkin bisa bupati atau mantan bupati dari wilayah ini,” kata Hotman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gubernur jatim
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top