Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obat Kadaluarsa 2010 Belum Dimusnahkan Dinas Kota Tarakan

Dilaporkan obat dan alat kesehatan pengadaan pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara sejak 2010 senilai Rp2 miliar yang telah kadaluarsa belum dimusnahkan sampai sekarang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Oktober 2017  |  21:23 WIB
Obat Kadaluarsa 2010 Belum Dimusnahkan Dinas Kota Tarakan
Ilustrasi obat - JIBI

Bisnis.com, TARAKAN -  Dilaporkan  obat dan alat kesehatan pengadaan pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara sejak 2010 senilai Rp2 miliar yang telah kadaluarsa belum dimusnahkan sampai sekarang.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Kota Tarakan Subono mengatakan tumpukan obat "expired" dan alat kesehatan yang tak layak itu semakin menumpuk di gudang penyimpanan.

Pasalnya, pihaknya telah mengajukan rencana pemusnahan kepada Badan Pengelola Keuangan d an Aset Daerah (BPKAD) setempat sejak tiga pekan lalu belum mendapatkan disposisi.

Ia mengakui Dinas Kesehatan di daerah itu belum pernah memusnahkan obat dan alat kesehatan sejak 2008. "Masa berlakunya berakhir sejak empat tahun lalu," ujarnya saat dikonfirmasikan di Tarakan, Kamis (12/10/2017).

Subono mengungkapkan obat dan alat kesehatan yang  kadaluwarsa itu selain pengadaan menggunakan APBD Kota Tarakan juga ada yang menggunakan APBN seperti obat-obatan penyakit diabetes mellitus dan HIV.

Sebenarnya, Dinas Kesehatan KOta Tarakan telah menyediakan insinerator di Juata Laut.

Adapun biaya operasionalnya tidak terlalu besar cukup biaya angkutan dan bahan bakar.

Sebab, kata dia, pemusnahan hanya melampirkan berita acara saja. Harapan dia, pemusnahan dilakukan setiap tahun agar tidak menumpuk dalam gudang.

Obat dan alat kesehatan yang siap dimusnahkan di Kota Tarakan yang kadaluarsa sejak 2010, 2011, 2012 hingga 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat kedaluwarsa

Sumber : Antara

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top