DI Yogyakarta Resmi Manfaatkan SPAM Kartamantul

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan penandatanganan pemanfaatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kartamantul di Bantar, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.
Yanita Petriella | 29 September 2017 17:25 WIB

Kabar24.com, JAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan penandatanganan pemanfaatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kartamantul di Bantar, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.

Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan SPAM Regional Kartamantul memakai sumber air baku dari Sungai Progo dan dikelola secara terpadu oleh tiga daerah otonom, yaitu Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.

Manfaat pembangunan SPAM Regional Kartamantul yaitu untuk penyediaan air baku dan pembentukan pengelola bersama yang dimiliki tiga daerah otonom, serta sebagai peluang kerja sama dengan sektor swasta.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2017 tentang Dewan Sumber Daya Air Nasional, bahwa lingkup kerja sama SPAM Regional Kartamantul merupakan kewenangan dari Dewan Sumber Daya Air.

Tugas dan fungsi Dewan Sumber Daya Air adalah memberi masukan kebijakan nasional dan koordinasi imlementasi pengelolaan sumber daya air antar pemangku kepentingan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya.

“Implikasi pemanfaatan sumber air baku dari Sungai Progo, sungai bawah tanah Gunung Kidul dan program Pamsimas akan lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan air bagi penduduk yang selama ini belum terlayani dengan aman dan sehat,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (29/9/2017).

Dirjen Cipta Karya Kementerian (PUPR) Sri Hartoyo menuturkan pencanangan SPAM Regional Kartamantul merupakan komitmen Pemerintah Pusat terhadap pembangunan penyediaan sarana air minum yaitu 100% akses aman air minum pada tahun 2019.

SPAM Regional Kartamantul memiliki bangunan intake untuk menangkap atau menyadap air baku, bangunan clear well dan bangunan instalasi pengolahan air. SPAM Regional Kartamantul direncanakan memiliki kapasitas 700 liter per detik dan dibagi menjadi dua tahap.

Tahap I (400 liter/detik yang terdiri atas Fase 1 sebesar 200 liter/detik dan Fase 2 sebesar 200 liter/detik serta Tahap II kapasitas 300 liter/detik dengan perkiraan biaya investasi total senilai Rp675 miliar.

Tahap I dengan kapasitas 400 liter per detik dibagi jadi dua fase yaitu masing-masing berkapasitas 200 liter per detik. Proses pembangunan SPAM Kartamantul Tahap I, dimulai sejak tahun 2014-2015 dan melayani sebanyak 9.250 SR dari target sambungan sebesar 16.000 SR.

Konstruksi pembangunan IPA fase 2 sebesar 200 liter/detik, saat ini sedang dilaksanakan dengan menggunakan dana APBN. Ditargetkan akan selesai pada tahun 2018 dan akan dapat memberikan pelayanan air minum perpipaan kepada sekitar 280.000 jiwa.

“Memang target 100% akses aman air minum tidak dapat diperoleh Pemerintah Pusat sendiri tanpa ada prakarsa dari Pemerintah Daerah. Kami apresiasi D.I. Yogyakarta mampu menyatukan Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta untuk secara bersama mengupayakan penyediaan sarana air minum dengan adanya SPAM Regional Kartamantul,” kata Sri.

Dia menambahkan, SPAM Regional Kartamantul tidak selesai hanya sampai disini, masih ada pekerjaan rumah yang masih berat, yaitu penyerapan kuota air minum yang sudah disepakati oleh para pihak, khususnya Bupati/Walikota dan PDAM kabupaten/kota, serta kerja sama dengan pihak swasta untuk mengalirkan air ke sambungan rumah.

Tag : spam, yogyakarta
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top