Harta Rp236 Miliar, Ini Penjelasan Lengkap Bupati Rita Widyasari

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari membantah ada penambahan harta yang signifikan selama menjadi orang nomor 1 di Kutai Kartanegara.
Muhamad Yamin | 28 September 2017 08:52 WIB
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari - Istimewa

Kabar24.com, SAMARINDA - Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari membantah ada penambahan harta yang signifikan selama menjadi orang nomor 1 di Kutai Kartanegara.

SIMAK : Pendiri 'Playboy' Meninggal Dunia Usia 91 Tahun

Rita menampik seluruh berita yang menyebut hartanya meningkat dari tahun 2011 sebesar Rp28 miliar menjadi Rp236 miliar pada tahun 2015 tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Peningkatan harta di LHKPN itu, karena menurut Rita, dirinya tak tahu mengisi harta yang dimilikinya di dalam laporan.

“Saya juga banyak ditanya, kok bisa kekayaan saya di LHKPN meningkat tinggi. Saya beritahukan karena saat saya menjadi bupati, pertama saya tidak tahu cara menghitung harta, harta 2010 adalah harta sebelum saya jadi bupati,” kata Rita melalui status akun Facebooknya, Kamis (28/9/2017)

Kemudian, Rita mengakui, dirinya diminta melaporkan tambang batubara dan kebun sawit miliknya pada tahun 2014. Lahan dan tambang itu dianggap punya nilai jual, sehingga harus dimasukan LHKPN.

“Kata petugas LHKPN anggap saja kalau ada yang beli lahan sawit dan lahan batubara kira-kira berapa. Saya jawab rasanya pernah ada yang mau beli tambang saya Rp150-200 miliar dan kalau sawit nggak ada yang pernah tawar anggap saja Rp25-50 miliar harganya. Nah, cek saja karena itulah harta saya meningkat tajam berlipat-lipat. Padahal, ini perkiraan saja,” kata Rita lagi.

BACA : Kisah Pro-Kontra Majalah Playboy di Indonesia

Rita mempersilakan memeriksa LHKPN dirinya. Ia tetap menilai lahan tambang bukan miliknya, dan akan jadi milik pemda jika sudah tidak produksi.

 “Tapi, kata LHKPN menganggap lahan tetap jadi aset, jadi dikirakan harganya, dan kemudian dengan staf LHKPN, yang saya ingat namanya Hasan memasukannya ke dalam laporan kekayaan perkiraan harga tersebut,” jelas Rita.

Rita juga meminta maaf kepada rakyat Kukar.

“Saya buat status ini agar tidak terlalu menuduh, bahwa harta saya naik tajam karena jadi bupati, tak ada penambahan harta yang signifikan naik sejak saya jadi bupati pertama hingga kini. Apapun itu, saya minta maaf dengan seluruh rakyat Kukar, terimakasih dukungannya dan saya hormat dengan lembaga KPK,” kata Rita.

“Saya akan koorperatif mengikuti tahapan proses KPK, khusus perempuan jangan takut masuk politik,” katanya lagi.

Seperti diberitakan, harta kekayaan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari tercatat mencapai lebih Rp 236,75 miliar pada tahun 2015. Kekayaan ini berdasarkan LHKPN tertanggal 29 Juni 2015.

Sebelumnya, harta dari anak almarhum Syaukani HR ini hanya Rp 25,8 miliar lebih pada tahun 2011. Penambahan harta lebih banyak berasal dari perkebunan kelapa sawit seluas 200 hektare dan pertambangan seluas 2.649 hektare hasil usaha sendiri senilai total Rp 209,5 miliar pada tahun 2015, semula tahun 2011, belum memiliki harta tersebut.

 

Tag : OTT KPK
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top