Inilah 9 Hal Menarik Tentang Korea Utara

Saat dunia internasional terus diramaikan adu mulut antara Korea Utara dan Amerika Serikat, tidak ada yang tahu persis bagaimana keadaan warga Korut di dalam negeri dengan terkendalinya akses ke dunia luar.
Renat Sofie Andriani | 26 September 2017 18:22 WIB
Warga Korea Utara menatap ke arah Korea Selatan - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA – Saat dunia internasional terus diramaikan adu mulut antara Korea Utara dan Amerika Serikat, tidak ada yang tahu persis bagaimana keadaan warga Korut di dalam negeri dengan terkendalinya akses ke dunia luar.

Negara beribukota Pyongyang ini sering digambarkan sebagai terisolasi dan benar-benar tidak sejalan dengan perkembangan abad ke-21. Dikutip dari laman BBC, Selasa (26/9/2017), sejumlah statistik ini mengungkapkan beberapa hal menarik berikut:

1. Sejak berdiri pada  1948, dinasti Kim Il-sung telah memerintah negara tersebut secara turun-temurun. Tercatat, baru tiga orang yang memerintah Korut yakni, Kim Il-sung, Kim Jong-il, Kim Jong-un.
Pada periode yang sama, Korea Selatan telah mengalami enam masa republik, sebuah revolusi, beberapa kudeta, serta transisi untuk pemilihan umum yang bebas dan adil. Total telah ada 12 presiden yang memimpin Korsel selama ini.

2. Dari populasi sebanyak lebih kurang 25 juta orang, terhitung hanya ada tiga juta kepemilikan ponsel di Korea Utara. Sebagian besar pengguna ponsel cenderung terkonsentrasi di ibukota Korut, Pyongyang.
Selain kelangkaan ponsel, sebagian besar warga Korea Utara hanya diizinkan mendapatkan akses ke 'internet pribadi'  negara tersebut, yang secara efektif merupakan intranet tertutup dan beroperasi dalam skala nasional.

3. Mungkin terdengar seperti mitos, tetapi ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa pria Korea Utara memiliki tinggi badan rata-rata lebih pendek daripada pria Korea Selatan. Profesor Daniel Schwekendiek dari Universitas Sungkyunkwan di Seoul mempelajari ketinggian pengungsi Korea Utara yang diukur saat mereka melintasi perbatasan ke Korea Selatan dan menemukan perbedaan rata-rata sebesar 3cm-8cm. Ia menolak mengaitkan hal tersebut dengan genetika, karena kedua populasi adalah sama. Kurangnya bahan pangan dianggap sebagai faktor utama mengapa orang Korea Utara umumnya lebih pendek.

4. Sejumlah gambar dari ibukota Korea Utara, Pyongyang, sering menunjukkan terbentangnya jalan raya yang luas dan tidak dilalui lalu lintas, tetapi lain cerita di luar kota. Data  2006 menunjukkan Korea Utara memiliki jalan sepanjang 25.554 km. Namun, hanya 3% yang benar-benar diaspal atau sepanjang 724 km. Diperkirakan hanya sekitar 11 dari 1.000 orang warga Korea Utara yang memiliki mobil. Hal ini bisa menggambarkan antrean panjang di halte bus untuk kebanyakan orang yang harus bepergian.

5. Korea Utara mengandalkan ekspor batu bara untuk menjaga perekonomiannya. Sebagian besar batu bara Korea Utara diekspor ke China. Pada Februari 2017, China mulai melarang impor batu bara dari Korea Utara di tengah penerapan sanksi global atas program persenjataan nuklirnya. Namun, beberapa analis mempertanyakan sifat dari sanksi tersebut. “Ada beberapa yang melihat kapal-kapal Korea Utara berlabuh di terminal batu bara pelabuhan China bahkan setelah larangan tersebut. Saya percaya bahwa China telah menghambat impor batu bara, tetapi tidak sepenuhnya,” kata Kent Boydston, analis riset di Peterson Institute for International Economics.

6. Hingga  1973, Korea Utara dan Korea Selatan cukup berimbang dalam hal aset. Sejak saat itu, Korea Selatan telah meroket menjadi salah satu produsen industri terkemuka di dunia, sedangkan Korea Utara mengalami stagnasi pada  1980an karena negara tersebut terjebak secara kaku ke sistem yang dikelola negara.

GDP per capita in USD,1950-2010

7. Meski hanya menduduki peringkat ke-52 untuk negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Korea Utara dinilai memiliki angkatan tentara terbesar keempat di dunia. Pengeluaran militer diperkirakan mencapai 25% dari PDB, dan hampir setiap pria Korea Utara menjalani beberapa bentuk pelatihan militer.

8. Serangkaian kasus kelangkaan bahan pangan pada akhir 1990an menyebabkan penurunan tajam harapan hidup di Korea Utara. Namun, bahkan tanpa faktor tersebut, isu kurangnya bahan pangan terus berlanjut dan merupakan salah satu alasan mengapa warga Korea Selatan umumnya berumur lebih panjang.

9. Tingkat kelahiran di Korea Utara lebih baik dibandingkan dengan Korea Selatan. Pada  2017, tingkat kelahiran di Korea Selatan justru mencapai rekor terendah di tengah upaya negara tersebut melanjutkan perjuangan selama satu dekade untuk meningkatkan tingkat kelahiran.

Birth rate per 1,000 people

 

Tag : korea utara
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top