Digertak Trump, Korut Uji Coba Nuklir yang Lebih Dahsyat

Korea Utara (Korut) akan membalas ancaman serangan militer dari Presiden AS Donald Trump dengan melakukan uji coba senjata nuklir yang lebih dahsyat di kawasan Lautan Pasifik.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 September 2017  |  14:12 WIB
Digertak Trump, Korut Uji Coba Nuklir yang Lebih Dahsyat
Presiden Amerka Serikat Donald Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -  Korea Utara (Korut) akan membalas ancaman serangan militer dari Presiden AS Donald Trump dengan melakukan uji coba senjata nuklir yang lebih dahsyat di kawasan Lautan Pasifik.

Hal itu dikemukakan oleh Menlu Korut Ri Yong-ho beberapa jam setelah pemimpin Korut Kim Jong-un mengatakan bahwa presiden AS akan mendapatkan balasan setimpal atas ancamannya untuk menghancur-leburkan Korut.

“Ledakan bom hidrogen itu mungkin akan menjadi yang paling dahsyat di Pasifik. Kami tidak tahu apa yang akan diperintahkan oleh Kim Jong-un,” ujarnya sebagaimana dikutip theguardian.com, Jumat (22/9).

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un menyebut Donald Trump mengalami “gangguan mental” dan mengingatkan  Presiden AS itu akan menerima pembalasan yang setimpal dengan ancamannya akan “menghancur-leburkan” Korea Utara.

Dalam satu pernyataannya, Kim menyatakan Trump dalam kondisi tidak waras untuk memegang kekuasaan tertinggi di negaranya. Kim Menggambarkan sang presiden sebagai seorang gangster kejam yang tengah bermain api, Kim membandingkan Trump dengan para pendahulunya.

“Tidak memiliki kekuatan persuasif yang bisa dipandang mampu meredakan ketegangan, dia malah membuat pernyataan bodoh yang tidak pernah dikelaurkan oleh para penadahulunya,” ujar Kim.

Menurutnya, perilaku sakit jiwa dari presiden AS terlihat secara terbuka di PBB yang menyatakan akan menghancurkan kedaulatan negara asing. "Itu hanya akan membuat orang tertawa, ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nuklir korut

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top