Inilah Kampung 3G. Kampung Hijau Berbasis Air

Sepuluh warga Inggris berkunjung ke RW 23 Kel. Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang. Mereka hadir untuk mengagumi kegotongroyongan warga dalam membangun lingkungan berbasis air, bank air, di Kampung 3G alias Gelintung Go Green.
Choirul Anam | 20 September 2017 01:45 WIB
Warga Inggris mengunjungi kampung 3G, Selasa (19/9/2017) karena tertarik dengan gerakan menabung air di sana. - Bisnis/Choirul Anam

Kabar24.com, MALANG—Sepuluh warga Inggris berkunjung ke RW 23 Kel. Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang. Mereka hadir untuk mengagumi kegotongroyongan warga dalam membangun linkungan berbasis air, bank air, di Kampung 3G alias Gelintung Go Green.

Eric, salah satu tamu mengatakan semangat kegotongroyongan tidak ada pada warga Inggris sehingga inisiatif pembangunan lingkungan selalu berada pada pemerintah, bukan dari warga.

Beberapa permasalahan perkotaan seperti banjir, sebenarnya juga terjadi di beberapa kota di Inggris. Tapi inisiatif mengatasi bukan dari warga sendiri, melainkan diserahkan pada pemerintah.

“Jika Pak Bambang sebagai ketua RW bisa menerapkan kepemimpinan yang kuat dalam memobilisasi warga dalam berbagai kebijakannya, di Inggris tidak bisa. Pemimpin lingkungan harus meminta izin pada pemerintah di atasnya,” ujarnya dalam bahasa Inggris di sela-sela kunjungan warga Inggris ke Kampung 3G di Malang, Selasa (19/9/2017).

Keith Cameron, perwakilan dari Cameron Family, menyampaikan awal mula ketertarikannya pada kampung 3G adalah ketika bertemu dengan penggagas kampung sekaligus ketua RW 23 Kampung 3G, Bambang Irianto belum lama ini di Ubud, Bali.

Keduanya berbincang bersama dan belajar terkait hidroponik. Ketertarikan semakin besar dan Cameron Family yang sangat tertarik akan dunia konservasi air pun ingin melihat dan belajar langsung di Kampung 3G.

"Selain untuk berjalan-jalan, keluarga kami ke Kampung 3G juga untuk melakukan eksplorasi terkait hidroponik dan konservasi air," katanya beserta rombongan.

Sebagai keluarga yang sangat tertarik dengan perkembangan dan inovasi penghijauan, ia pun berinisiatif untuk melakukan gerakan serupa di tempatnya tinggal. Selain itu juga ingin menularkan di tempat yang ia tinggali di Indonesia dalam beberapa saat.

"Anak saya saat ini juga tinggal di Batu dan menerapkan sistem hidroponik. Dengan belajar di 3G, saya rasa akan lebih berkembang," terang Keith.

Inovasi gerakan menabung air yang diterapkan kampung 3G juga memberi dampak positif. Terutama pada perubahan iklim, yang dirasa juga perlu diperhatikan oleh masyarakat di dunia.

"Gerakan menabung air ini sudah pasti akan berpengaruh pada perubahan iklim," tambah Keith.

Ketua RW 23 Kampung Gelintung Go Green (3G), Bambang Irianto menambahkan, sebagai penggagas, ia secara pribadi ataupun lembaga merasa harus mensosialisasikan inovasi tersebut ke berbagai penjuru, termasuk di dunia karena menyelamatkan bumi tidak hanya bisa jika dilakukan di Kampung 3G saja.

"Dunia memiliki kewajiban yang sama untuk menyelamatkan bumi, tidak bisa jika hanya kampung 3G saja," katanya.

Tag : lingkungan hidup
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top