Proyek KA Semi Cepat Jakarta-Surabaya: Ini Keyakinan Menteri Luhut Pandjaitan

Pemerintah dan perwakilan Jepang masih terus melakukan studi terkait pembangunan. Dalam rapat yang digelar sebelumnya di Kantor Wapres awal bulan ini, pembangunan kereta semi cepat diarahkan untuk dibangun diatas rel existing dan menggunakan mesin diesel karena pertimbangan biaya yang lebih murah dan memberikan manfaat tambahan untuk kota yang dilewati kereta.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 19 September 2017  |  16:43 WIB
Proyek KA Semi Cepat Jakarta-Surabaya: Ini Keyakinan Menteri Luhut Pandjaitan
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyatakan ketetapan proyek dan rencana kerja kereta semi cepat Jakarta—Surabaya paling lambat akan diputuskan pada minggu depan.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan keputusan pembangunan bentuk fisik proyek, laju kecepatan hingga skema pendanaan ditargetkan akan selesai pada minggu depan.

"Sepertinya akan [diputuskan] di jalur existing. Minggu depan sudah harus ada putusan, mungkin awal minggu depan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (20/9/2017).

Pemerintah dan perwakilan Jepang masih terus melakukan studi terkait pembangunan. Dalam rapat yang digelar sebelumnya di Kantor Wapres awal bulan ini, pembangunan kereta semi cepat diarahkan untuk dibangun diatas rel existing dan menggunakan mesin diesel karena pertimbangan biaya yang lebih murah dan memberikan manfaat tambahan untuk kota yang dilewati kereta. Namun, keputusan final pembangunan masih harus ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Luhut mengatakan dengan rencana pembangunan rel di jalur existing, maka perkiraan nilai investasi diperkirakan dapat ditekan hingga setengah biaya dari perkiraan sebelumnya.

"Bisa lebih [dari setengahnya]. Kalau [sebelumnya] kan bisa capai sampai Rp100 triliunan lebih," katanya.

Dengan rencana pembangunan di jalur existing, pemerintah hanya harus menyelesaikan pembangunan sekitar 800 perlintasan sebidang di jalur rel utara Jawa serta merehabilitasi rel dan kereta. Pembangunan tersebut dinilai akan lebih murah dan cepat bila dibandingkan dengan usulan sebelumnya untuk menggunakan teknologi elektrifikasi dan dibangun melayang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, Luhut Pandjaitan

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top