Kunjungi Indonesia, Ini Misi Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia

Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Steven Ciobo memulai kunjungan kerjanya ke Indonesia guna membahas kelanjutan perjanjian ekonomi komprehensif dengan Indonesia.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 20 September 2017  |  16:52 WIB
Kunjungi Indonesia, Ini Misi Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia
Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Steven Ciobo (kiri) menerima cindera mata dari Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Arif Wibowo seusai memberikan keterangan terkait penerbangan Indonesia-Australia di Jakarta, Selasa (7/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Steven Ciobo memulai kunjungan kerjanya ke Indonesia guna membahas kelanjutan perjanjian ekonomi komprehensif dengan Indonesia.

"Hari ini saya akan bertemu dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita di Jakarta saat negosiasi mengenai Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia (Indonesia Australia – Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang sedang berlangsung menjelang penyelesaian," ujarnya sebelum bertemu Enggartiasto, seperti termuat dalam siaran pers, Rabu (20/9/2017).

Dia menjelaskan kesepakatan tersebut akan menciptakan kerangka kerja bagi era baru hubungan ekonomi yang lebih erat antara dua negara.

"Ini akan memperkuat dan menumbuhkan hubungan perdagangan dan investasi Australia dengan negara tetangga terbesar kami dan membuka pintu bagi para pebisnis Australia pada peluang-peluang yang luas di sebelah utara Australia," ujarnya.

Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, Indonesia memberi peluang nyata bagi Australia untuk meningkatnya kebutuhan akan jasa, barang dan hasil bumi.

"Indonesia memiliki basis konsumen yang tumbuh dengan cepat dan diproyeksikan akan menjadi ekonomi keempat terbesar dunia pada 2050," lanjutnya.

Indonesia saat ini adalah mitra dagang ke-13 terbesar Australia, dengan perdagangan dua arah bernilai A$15,4 miliar pada 2016. Ada cakupan substansial untuk mengembangkan hubungan perdagangan dan investasi kita melalui IA-CEPA.

"Saya menantikan pertemuan dengan Menteri Lukita hari ini karena kami bekerja untuk menyelesaikan negosiasi pada akhir tahun ini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ia-cepa

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top