Luhut Pandjaitan: Ributin PKI, Itu Kurang Kerjaan

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, berbagi tips untuk memberantas ideologi komunisme yang diklaim masih hidup. Luhut juga menyentil media massa yang dinilai terlalu berlebihan dalam menyorot isu tersebut.
Arys Aditya | 19 September 2017 17:52 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kanan) memberi hormat kepada taruna dan taruni usai memberikan arahan kepada mereka di Kantor Menko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (13/9). - ANTARA/Zabur Karuru

Kabar24.com, JAKARTA — Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, berbagi tips untuk memberantas ideologi komunisme yang diklaim masih hidup. Luhut juga menyentil media massa yang dinilai terlalu berlebihan dalam menyorot isu tersebut.

Berbicara usai menghadap Presiden Joko Widodo, Selasa (19/9/2017), Luhut juga mengaku heran dengan munculnya isu tersebut tiap September. Dia mengatakan ada dua cara untuk membasmi paham tersebut. Cara-cara tersebut, tuturnya, juga telah dilakukan oleh Pemerintah.

“Sebenarnya kalau ributin itu [G30SPKI] aja kurang kerjaan, gitu lho. Diwaspadai, yes. Cara waspada pemerintah adalah keamanan dan kesejahteraan. Kalau rakyat sejahtera, siapa yang mau komunis? Kalau sejahtera, kau mau jadi komunis? Kalian harus cerdas juga bikin berita,” ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan.

Luhut memaparkan, ketimbang membahas soal komunisme dan PKI, dia mengaku lebih memilih untuk mencermati fenomena besar tentang perkembangan teknologi yang tengah terjadi secara global, yaitu teknologi robotik.

Dia menyebutkan, saat ini dunia sedang bersiap menghadapi era robot yang akan berdampak besar pada perekonomian, khususnya aspek ketenagakerjaan. Menurutnya, robot akan dengan cepat menggantikan tenaga kerja manusia untuk sektor-sektor tertentu.

“Ya, kau tulis, enggak usah habis energi untuk bicara perbedaan. Eh, ini terjadi robotik, gimana ini dampak robotik ke lapangan kerja. Misal pertumbuhan eknomi 7%-8%, tapi shifting ke robotik, pasti akan ada pengurangan lapangan kerja,” ungkapnya.

Untungnya, dia menyebutkan Indonesia masih memiliki sektor pariwisata dan pertanian yang lebih tahan terhadap perkembangan robotik tersebut. Selain itu, Luhut juga mengatakan masalah rekayasa pangan yang telah dilakukan oleh banyak negara untuk menjaga keberlanjutan dan mengatasi pertumbuhan jumlah penduduk.

“Nah, sekarang kita fokus dulu aja ke masalah itu. Itu tidak akan selesai dalam lima tahun. Daripada tadi bicara soal G30SPKI. Diwaspadai oke, tapi jangan terlalu heboh lah, kayak mau perang dunia. Saya kan mengalam, kalian belum lahir kan? Komunis itu terjadi kalau terjadi ketidakadilan. China itu partainya saja komunis, rakyatnya mau gimana komunis mereka sudah pakai gadget semua. Kadang kalian media yang bikin heboh.”

Tag : Luhut Pandjaitan, jokowi
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top