Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS ROHINGYA : Tiba di Naypyitaw, Menlu Retno Bahas Pembangunan RS Indonesia

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P. Marsudi mulai melakukan rangkaian pertemuan dengan otoritas di Myanmar untuk membahas krisis di Rakhine state, terkait Rohingya. Salah satu poin yang dibahas adalah pembangunan rumah sakit Indonesia
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 04 September 2017  |  13:31 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan keterangan seusai bertemu dengan duta besar negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Selasa (25/7). - ANTARA/Wahyu Putro A
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan keterangan seusai bertemu dengan duta besar negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Selasa (25/7). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P. Marsudi mulai melakukan rangkaian pertemuan dengan otoritas di Myanmar untuk membahas krisis di Rakhine state, terkait Rohingya. Salah satu poin yang dibahas adalah pembangunan rumah sakit Indonesia.

Bersama Duta Besar RI Yangon, Menlu dikabarkan tiba di Naypyitaw, Myanmar, pada pukul 09.00 waktu setempat.

Berdasarkan keterangan tertulis, Senin (4/9/2017), Retno dijadwalkan melakukan pertemuan dengan dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, State Counsellor Myanmar dan sejumlah Menteri lainnya.

Setiba di Naypyitaw, Menlu RI juga membahas progres pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Myauk U, Rakhine State.

“Pembangunan tahap pertama Rumah Sakit Indonesia telah selesai dilakukan. Tahap Pertama ini meliputi pengurukan tanah sehingga rumah sakit tersebut tidak rentan terhadap banjir serta pembangunan pagar," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pembangunan Rumah Sakit Indonesia masuk tahap II, yakni pembangunan ruang dokter dan perawat. Pembangunan tahap II direncanakan tuntas dalam 2 bulan.

Berdasarkan data Kementerian Luar negeri, bangunan rumah sakit menempati tanah sekitar 8.000m2 dan luas bangunan lebih dari 1.000m2.

Retno menambahkan, pelaksanaan pembangunan rumah sakit sepenuhnya dilakukan oleh kontraktor dan pekerja Myanmar, yang terdiri dari orang Rakhine dan Moslem.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rohingya menlu
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top