Mudik Idul Adha: Ini Persiapan Polri, Kemenhub, dan Kementerian PUPR

Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada Jumat (1/9/2017) Kepolisian Indonesia beserta kementerian terkait mengupayakan sejumlah persiapan guna mengantisipasi keamanan dan ketertiban.
Juli Etha Ramaida Manalu | 23 Agustus 2017 14:07 WIB
Kendaraan terjebak kemacetan saat melintas di jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (1/7/2017). - Antara/Oky Lukmansyah

Kabar24.com, JAKARTA - Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada Jumat (1/9/2017) Kepolisian Indonesia beserta kementerian terkait mengupayakan sejumlah persiapan guna mengantisipasi keamanan dan ketertiban.

Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat diprediksi memicu pergerakan besar sebab memperpanjang hari libur akhir pekan sehingga banyak warga yang akan melakukan perjalanan.

"Kemungkinan libur Jumat, Sabtu, Minggu. Nanti ada yang hari Kamis atau Rabu mulai ada yang libur. Ada yang pulang kampung, mudik, ada arus mudik dan balik," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Rabu (23/8/2017).

Menurut Tito, sejumlah hal perlu diantisipasi antara lain stabilitas bahan pokok yang diprediksi mengalami peningkatan permintaan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti adanya kemungkinan aksi unjuk rasa hingga terorisme, kelancaran lalu lintas, hingga kesiapan sarana dan prasarana transportasi serta jalan.

Terkait bahan pokok, Tito menyebutkan pihaknya akan mengadakan rapat tersendiri dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Bulog guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan barang, penaikan harga, dan kelancaran distribusi.

Sementara itu, terkait kesiapan jalan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan jalur Pantura masih tetap menjadi fokus.

Jalur tol Brebes-Grinsing yang dibuka pada Lebaran Juni lalu tidak akan dapat digunakan karena masih dalam proses perampungan untuk bisa selesai dan digunakan pada musim mudik 2018 nanti. Namun, empat fly over di sepanjang jalur Pantura sudah bisa digunakan.

"Untuk Brebes - Gringsing, karena saya punya target bahwa mudik 2018 tidak ada darurat, jadi sekarang totally ditutup karena sedang dibangun agar tidak ada jalur darurat. Jadi Idul Adha ini tidak bisa dilalui. Namun Flyover Pejagan - Purwokerto sudah 100% bisa dilalui semua dengan aman," papar Basuki.

Sementara itu, untuk memperlancar arus mudik di wilayah Sumatra Utara, jalur tol dari Bandara Kualanamu sepanjang 40 kilometer akan diaktifkan sejak H-2 hingga hari H.

Guna mengantisipasi terjadinya bencana alam selama mudik Idul Adha, sejumlah posko yang sebelumnya ada di sepanjang jalur mudik pada Lebaran 2017 lalu akan kembali diaktifkan, sejumlah keperluan Mandi-Cuci-Kakus (MCK) mobile akan ditempatkan.

"Natal juga sama sampai nanti tahun baru," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pihaknya akan mengupayakan manajemen lalu lintas dengan lebih detail guna menjaga kelancaran arus mudik dan balik.

"Hal yang kita lakukan, pada Kamis (tengah hari) sampai Jumat (tengah hari) truk tiga sumbu dilarang, juga pada hari Minggu, kita akan tentukan waktunya. Supaya saat pulang dan balik relatif dengan baik," kata Budi.

Upaya lain guna menjaga keselamatan para pemudik, akan dilakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan.

Sehubungan dengan tidak dibukanya jalur tol Brebes-Grinsing, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah terkait pengadaan rekayasa lalu lintas.

Adapun sejumlah titik lain yang akan menjadi perhatian antara lain bandara Soekarno-Hatta, Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Pelabuhan Merak dan Bakauheni serta sejumlah titik rawan di Bali.

Khusus untuk layanan penerbangan, sejumlah maskapai akan diminta untuk menyediakan extra flight atau kursi tambahan guna mengakomodasi peningkatan permintaan perjalanan melalui udara.

Tag : idul adha
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top